Anggota Komisi VI DPR RI Ida Nurlaela usul PTPN kembangkan bioetanol dari sorgum

- Pewarta

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senayan,- Anggota Komisi VI DPR RI Ida Nurlaela mengusulkan agar PT Perkebunan Nusantara (PTPN) mempertimbangkan pengembangan bioetanol berbasis sorgum sebagai alternatif hilirisasi pangan dan energi, selain dari komoditas singkong dan jagung.

“Kami, di daerah Jawa Barat, banyak lahan yang mungkin tidak produktif, bisa dikembangkan di antaranya adalah dari sorgum. Barangkali ini menjadi suatu masukan untuk PTPN,” kata Ida dalam agenda Rapat Dengar Pendapat PTPN III beserta Subholding dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin.

Menurutnya, tanaman sorgum memiliki potensi yang dapat dikembangkan dengan karakter lahan yang kering, panas, dan berlokasi di dataran rendah dengan ketinggian di bawah 400 meter di atas permukaan laut, seperti di wilayah Pangandaran dan sejumlah daerah di Jawa Barat.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil riset akademik, pengolahan bioetanol dari sorgum juga menghasilkan produk turunan yang bernilai ekonomi.Limbah produksi biji sorgum dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sementara ampas hasil ekstraksi nira berpotensi digunakan sebagai biomassa untuk kebutuhan co-firing batu bara di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Karena itu, ia mendorong PTPN, khususnya melalui PalmCo, untuk mengkaji pemanfaatan sorgum sebagai bahan baku bioetanol.

Selain mendukung diversifikasi bahan baku energi terbarukan, pengembangan sorgum dinilai dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan-lahan kurang produktif tanpa mengganggu komoditas pangan utama.

“Barangkali PTPN punya keinginan untuk melakukan proses ini, tidak hanya berpihak untuk bioetanol itu kepada pangan singkong ataupun jagung, tentang sorgum salah satu bahan yang bisa digunakan untuk bioetanol dan ada lahannya juga cukup bisa digunakan untuk lahan yang tidak produktif,” kata Ida pula.

PTPN dalam hilirisasi pangan dan energi untuk pembangunan industri selama ini menggunakan sawit, tebu, singkong, dan jagung untuk menghasilkan bioetanol. Namun masih ada permasalahan pabrik gula yang tidak memadai dan petani tebu yang masih kesulitan untuk menjual tebu, sehingga terjadi penumpukan stok gula.

Usulan ini diharapkan menjadi alternatif diversifikasi bahan pengolahan bioetanol yang lebih memberikan dampak ekonomi pada komoditas lain, seperti sorgum yang bisa dikembangkan di daerah Jawa Barat.

Berita Terkait

Rupiah pada Rabu pagi melemah jadi Rp17.730 per dolar AS
Selasa ini harga tiga jenama emas di Pegadaian serempak turun
IHSG Senin dibuka Anjlok ke 6,063
Rupiah melemah seiring pernyataan “hawkish” dari The Fed
Kejagung serahkan Rp1,02 triliun hasil pemulihan aset kepada Kemenkeu
IHSG melemah dipicu kombinasi sentimen domestik dan global
Pengamat Ekonomi: ekspor satu pintu SDA upaya menata pasar atau mengendalikan pasar?
PIHPS: Harga cabai rawit Rp75.650/kg, telur ayam Rp30.400/kg

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20