Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

- Pewarta

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia meminta pemerintah untuk menertibkan pungutan liar kepada para pelaku UMKM terutama di daerah wisata. Hal tersebut disampaikannya sebagai respons atas viralnya pengakuan seorang pelaku usaha di Jogja yang mengeluhkan adanya pungutan liar saat membuka food truck di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid), Yogyakarta.

Menurutnya pengakuan tersebut bisa jadi mencerminkan realitas beratnya tantangan dan praktik pungutan liar (pungli) yang merusak ekosistem usaha kecil yang sebenarnya mendukung aktifitas pariwisata.

“Kasus Bolosego menunjukan sebuah pelajaran meski para pengusaha telah memilih jalan legal belum dapat dipastikan bebas dari pungli dan ini mendapat perhatian publik karena terjadi didaerah wisata, bagaimana dengan daerah-daerah lain yang kurang mendapat perhatian,”ujar perempuan yang juga aktif di Himpunan Penggerak Pariwisata Indonesia tersebut.

Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang menimpa food truck Bolosego di kawasan Alun-Alun Kidul (Alkid) Yogyakarta telah mendapat perhatian serius dan tindakan langsung dari jajaran pemerintah setempat, pihak Keraton Yogyakarta, hingga aparat kepolisian.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sendiri merespons keras insiden tersebut dan meminta agar persoalan pungli ini segera diselesaikan secara tuntas agar tidak merusak iklim usaha. Beliau menyatakan bahwa tindakan pungutan tersebut ilegal dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.

Lebih lanjut Chusnunia menyatakan bahwa pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk memberantas berbagai pungli terhadap para pelaku UMKM khususnya di daerah- daerah wisata.

“Praktik pungutan liar (pungli) pastinya akan merusak tumbuhnya ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia karena menambah beban biaya operasional dan menciptakan ketidakpastian hukum di lapangan, hal tersebut juga dapat membuat citra buruk suatu daerah wisata,”tambahnya.

Kementerian UMKM mencatat sekitar lima puluh tujuh juta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah menyumbang 60,5 persen produk domestik bruto, menyerap 97 persen tenaga kerja, serta menyumbang 15,7 persen ekspor nasional.

“Setiap rupiah yang dirampas dari kantong mereka bukan sekedar kerugian pribadi melainkan kebocoran pada nadi ekonomi bangsa dan kalau pemerintah mau ekonomi tumbuh, praktik pungli semacam ini harus dibereskan,”pungkasnya

Berita Terkait

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT
Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK
Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi
Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH
Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi
Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor
KPK Temukan 28 Persen indikasi Pungli di SPMN se-Indonesia, Inspektorat Bojonegoro Perketat Pengawasan
Wagub Jambi: Lima Ranperda inisiatif DPRD beri manfaat positif

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Senin, 8 Juni 2026 - 11:57

KPK Temukan 28 Persen indikasi Pungli di SPMN se-Indonesia, Inspektorat Bojonegoro Perketat Pengawasan

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:56

Wagub Jambi: Lima Ranperda inisiatif DPRD beri manfaat positif

Berita Terbaru