IHSG melemah dipicu kombinasi sentimen domestik dan global

- Pewarta

Senin, 8 Juni 2026 - 12:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, bergerak melemah dipicu oleh kombinasi sentimen dari tingkat domestik maupun global.

IHSG dibuka melemah 108,46 poin atau 1,94 persen ke posisi 5.486,31, dan terus melemah hingga 222,29 poin atau 3,99 persen ke posisi 5.371,78 pada pukul 09.15 WIB.

“Kiwoom Research masih menyarankan untuk kembali perbanyak wait and see sebelum ambil posisi beli/ average down,” ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari mancanegara, tema utama pasar saat ini adalah pergeseran fokus dari harapan pemangkasan suku bunga menuju risiko kenaikan suku bunga tambahan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch, pasar kini sepenuhnya memperhitungkan satu kali kenaikan suku bunga 25 bps sebelum akhir tahun, dan bahkan mulai memperhitungkan peluang kenaikan tambahan.

Data Nonfarm Payrolls AS Mei 2026 bertambah 172.000 pekerjaan, jauh di atas ekspektasi 85.000, sementara tingkat pengangguran tetap di 4,3 persen. Data ekonomi yang kuat justru menjadi kabar buruk bagi pasar saham karena memperkuat keyakinan bahwa inflasi dapat bertahan lebih lama.

“Sehingga, membuat Chairman The Fed Kevin Warsh berpotensi mengambil sikap yang lebih hawkish dibanding ekspektasi pasar saat ini,” ujar Liza,

Pada pekan ini, fokus utama pelaku pasar akan tertuju pada perkembangan negosiasi AS dengan Iran, dan respons Israel setelah serangan rudal Iran ke pangkalan udara Ramat David pada akhir pekan.

“Perkembangan terkait Selat Hormuz akan menjadi faktor penentu arah harga minyak, inflasi global, dan ekspektasi suku bunga,” ujar Liza.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati nada komunikasi Kevin Warsh dan pejabat The Fed lainnya, setelah data tenaga kerja yang sangat kuat mengubah ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter.

Sementara itu, Presiden China Xi Jinping akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Utara pada 8-9 Juni 2026, atas undangan Kim Jong Un, menjadi kunjungan pertama Xi ke Pyongyang sejak 2019 dan pertama oleh Presiden China dalam tujuh tahun terakhir.

Kunjungan yang relatif jarang dilakukan oleh Xi, mengingat dalam beberapa tahun terakhir ia semakin membatasi perjalanan luar negeri dan lebih sering menerima pemimpin dunia di Beijing, termasuk Donald Trump maupun Vladimir Putin dipandang sebagai upaya Beijing mempertahankan pengaruh strategisnya terhadap Korea Utara sekaligus mengantisipasi perubahan keseimbangan kekuatan di Asia Timur.

Selain itu, perhatian pelaku pasar akan tertuju pada pembukaan Piala Dunia FIFA 2026 pada 11 Juni 2026, yang diperkirakan memberi dorongan terhadap sektor perhotelan, transportasi, restoran, media, serta industri taruhan olahraga di Amerika Utara.

Deutsche Bank memperkirakan total nilai taruhan olahraga selama turnamen dapat mencapai 3,3 miliar dolar AS dengan potensi mencapai 4,1 miliar dolar dalam skenario optimistis.

Dari dalam negeri, dalam konferensi pers pada Sabtu (6/6), Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menegaskan fokus kebijakan saat ini adalah meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik melalui imbal hasil yang lebih kompetitif pada instrumen seperti SBN dan SRBI untuk menarik kembali dana asing.

Selain itu, juga menjaga kecukupan likuiditas perbankan melalui pengelolaan kas pemerintah di BI, dengan harapan dapat memperkuat Rupiah dan meredam tekanan terhadap pasar keuangan Indonesia.

Pada perdagangan Jumat (5/6) pekan kemarin, bursa saham Eropa mayoritas melemah, diantaranya Euro Stoxx 50 melemah 0,68 persen, indeks FTSE 100 Inggris menguat 0,07 persen, indeks DAX Jerman melemah 0,75 persen, serta indeks CAC 40 Prancis melemah 0,32 persen.

Bursa AS Wall Street kompak melemah pada Jumat (05/06), diantaranya Indeks Dow Jones Industrial Average melemah 1,35 persen, indeks S&P 500 melemah 2,64 persen, dan indeks Nasdaq Composite melemah 4,77 persen.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 3,94 persen ke 63.967,00, indeks Shanghai melemah 1,00 persen ke 3.987,40, indeks Hang Seng melemah 1,26 persen ke 24.646,00, dan indeks Strait Times melemah 1,44 persen ke 4.977,78.

 

Berita Terkait

Selasa ini harga tiga jenama emas di Pegadaian serempak turun
Anggota Komisi VI DPR RI Ida Nurlaela usul PTPN kembangkan bioetanol dari sorgum
IHSG Senin dibuka Anjlok ke 6,063
Rupiah melemah seiring pernyataan “hawkish” dari The Fed
Kejagung serahkan Rp1,02 triliun hasil pemulihan aset kepada Kemenkeu
Pengamat Ekonomi: ekspor satu pintu SDA upaya menata pasar atau mengendalikan pasar?
PIHPS: Harga cabai rawit Rp75.650/kg, telur ayam Rp30.400/kg
Demi Jaga Stabilitas Prabowo Diminta Kurangi Pidato Politik terkait Ekonomi , Ini Kata Pengamat

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:07

Budy Sugandi Dianugerahi Türkiye Alumni Awards 2026 atas Kontribusi di Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:07

Norwegia Kalahkan Irak 4-1, Haaland cetak dwigol pada debut Piala Dunia

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:04

Timwas Haji PKB Soroti Minimnya Tenaga Kesehatan dalam Pelaksanaan Haji 2026

Senin, 25 Mei 2026 - 12:42

Timwas Haji DPR RI : Transportasi Lancar, Cita Rasa Makanan Perlu Penyesuaian

Jumat, 24 April 2026 - 13:16

Iran ancam tutup Selat Bab al-Mandab jika AS perketat blokade laut

Rabu, 15 April 2026 - 12:20

Putin akan undang Prabowo kembali ke Rusia pada Mei dan Juli 2026

Senin, 13 April 2026 - 16:01

AMPHURI : Wacana “war ticket” haji perlu kajian Lagi

Senin, 13 April 2026 - 15:53

Negosiasi Gagal, Warga Arab Stres Perang AS-Iran Pecah Lagi

Berita Terbaru