Prabowo: Swasembada Pangan Sudah Terlihat, Indonesia Siap Jadi Lumbung Dunia

- Pewarta

Kamis, 25 Juni 2026 - 22:43

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terassenayan.com, Gorontalo – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penguatan sektor pangan dan energi. Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026 yang berlangsung di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Di hadapan ribuan petani dan nelayan dari berbagai daerah di Indonesia, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan berbagai langkah strategis untuk mengatasi tantangan yang selama ini menghambat kemajuan bangsa. Menurutnya, berbagai upaya yang dilakukan kini mulai menunjukkan hasil nyata, terutama dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Upaya kita tidak segera, tapi sekarang sudah mulai kelihatan. Usaha kita yang sudah kelihatan di depan mata, bukan di depan mata, nyata, yaitu swasembada pangan,” ujar Presiden.

Presiden menjelaskan bahwa pengalaman dunia menghadapi berbagai krisis global, termasuk pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu, menjadi pelajaran penting mengenai arti kemandirian pangan. Dalam situasi darurat, negara-negara produsen pangan cenderung memprioritaskan kebutuhan dalam negeri sehingga pasokan pangan dunia menjadi terbatas.

Karena itu, pemerintah terus memperkuat sektor pertanian dan perikanan sebagai fondasi ketahanan nasional. Menurut Presiden, kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak dapat ditunda, sehingga ketersediaannya harus selalu terjaga.

Selain menjamin ketersediaan pangan nasional, pemerintah juga berupaya meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan sebagai ujung tombak produksi pangan Indonesia. Presiden menilai peran petani dan nelayan sangat strategis dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa capaian sektor pangan Indonesia mulai mendapat perhatian dari berbagai negara. Indonesia kini memiliki surplus pada sejumlah komoditas strategis, termasuk pupuk, yang memungkinkan pemerintah membantu memenuhi kebutuhan negara lain.

Menurut Presiden, sejumlah negara telah mengajukan permintaan pasokan pupuk, beras, hingga jagung dari Indonesia. Bahkan, Perdana Menteri Australia secara langsung menyampaikan apresiasi atas surplus pupuk yang dimiliki Indonesia dan berharap dapat memperoleh pasokan dari Tanah Air.

“Alhamdulillah kita sekarang sudah mulai ekspor, kita sekarang bantu negara-negara lain. Saya ditelepon Perdana Menteri Australia, beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk, dan mereka minta apakah boleh kita jual ke mereka,” ungkap Presiden.

Tak hanya fokus pada sektor pangan, Presiden Prabowo juga menegaskan target besar pemerintah untuk mencapai swasembada energi dalam beberapa tahun ke depan. Salah satu langkah konkret yang akan segera direalisasikan adalah peluncuran bahan bakar B50 pada Juli 2026.

Program B50 merupakan bahan bakar solar yang menggunakan campuran 50 persen biodiesel berbasis kelapa sawit. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri.

“Bulan Juli ini, berapa hari lagi, kita akan launching B50. Dengan demikian, kita tidak akan impor solar lagi dari luar negeri dan kita akan menghemat banyak sekali. Saya perkirakan tiga tahun lagi, maksimal empat tahun lagi, kita akan swasembada energi,” tegas Presiden.

Menurut Kepala Negara, kemandirian energi merupakan salah satu kunci penting dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Dengan berkurangnya ketergantungan pada impor bahan bakar, Indonesia dapat menghemat devisa sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor perkebunan kelapa sawit.

Menutup sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen bangsa, mulai dari petani, nelayan, buruh, ulama, santri, prajurit TNI, anggota Polri, hingga Aparatur Sipil Negara yang terus bekerja dan mendukung pembangunan nasional.

Presiden meyakini bahwa persatuan dan kerja sama seluruh komponen bangsa menjadi modal utama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju, kuat, mandiri, dan sejahtera.

“Terima kasih. Semoga Allah SWT, Tuhan Maha Besar, Tuhan Maha Kuasa, selalu melindungi petani dan nelayan kita di mana pun saudara lagi berjuang,” pungkas Presiden Prabowo.

 

Berita Terkait

Solusi Baitullah Indonesia Soroti Pentingnya Perlindungan Jemaah dan Penataan Pemasaran Umrah
Hanan A. Rozak Apresiasi Arah Kebijakan Pertanian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Capaian Baik Harus Diikuti Kesejahteraan Petani
TNI akan tindak lanjuti informasi KPK soal dua prajurit terlibat kasus BNPB
DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak
KPK panggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai sebagai saksi
DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Gempuran Produk Impor dan Persaingan Digital
DPR Setujui Komjen Suyudi Jadi Kapolri, Dilantik Siang Ini
Komisi II DPR RI Dukung Ombudsman Awasi Kasus Lapas Cibinong

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20