LPKAN apresiasi kinerja KPK tetapkan delapan tersangka kasus imigrasi

- Pewarta

Senin, 8 Juni 2026 - 11:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (LPKAN) Indonesia mengapresiasi langkah Komisi Pemberantasan Korupsi yang menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing.

“OTT delapan pejabat ini adalah alarm keras. Kedaulatan NKRI sedang diuji dari pintunya sendiri. Kalau cap ‘Setuju Izin Tinggal’ bisa dibeli, lalu apa bedanya kita dengan negara yang pintunya diobral? LPKAN tidak akan diam melihat gerbang bangsa digadaikan,” kata Ketua I DPP LPKAN Indonesia Sugiharto dalam keterangan di Surabaya, Minggu.

Menurut LPKAN, operasi tangkap tangan (OTT) tersebut menunjukkan komitmen KPK dalam menindak dugaan penyalahgunaan kewenangan di sektor keimigrasian yang berkaitan langsung dengan kedaulatan negara.

LPKAN menegaskan kewenangan pemberian izin tinggal kepada warga negara asing merupakan hak negara yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian dan tidak boleh dipengaruhi kepentingan pribadi.

“Stempel imigrasi adalah stempel negara. Stempel negara tidak dijual,” kata Sugiharto.

LPKAN menilai dugaan praktik gratifikasi dalam pengurusan izin tinggal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi yang menjaga pintu masuk Indonesia.

Organisasi itu juga menyoroti temuan KPK terkait dugaan pengaturan verifikasi portal mitra yang dinilai mencederai semangat reformasi birokrasi dan digitalisasi layanan publik.

Di sisi lain, LPKAN meminta masyarakat tidak menggeneralisasi kasus tersebut kepada seluruh jajaran imigrasi karena mayoritas petugas tetap menjalankan tugas menjaga perbatasan secara profesional.

LPKAN mendorong KPK dan PPATK melakukan penelusuran menyeluruh terhadap aset serta transaksi pihak-pihak yang terkait dalam perkara tersebut.

“Kalau benar ada upaya menyamarkan harta hasil kejahatan, maka itu bukan cuma korupsi. Itu penghinaan terhadap sistem keuangan negara,” ujarnya.

LPKAN menyatakan siap mendukung pengawasan pelayanan keimigrasian bersama jaringannya di daerah guna memperkuat integritas dan akuntabilitas pengelolaan gerbang negara.

 

Berita Terkait

Solusi Baitullah Indonesia Soroti Pentingnya Perlindungan Jemaah dan Penataan Pemasaran Umrah
Hanan A. Rozak Apresiasi Arah Kebijakan Pertanian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Capaian Baik Harus Diikuti Kesejahteraan Petani
TNI akan tindak lanjuti informasi KPK soal dua prajurit terlibat kasus BNPB
DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak
KPK panggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai sebagai saksi
DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Gempuran Produk Impor dan Persaingan Digital
DPR Setujui Komjen Suyudi Jadi Kapolri, Dilantik Siang Ini
Komisi II DPR RI Dukung Ombudsman Awasi Kasus Lapas Cibinong

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20