Puspoll Indonesia Nilai Reformasi BGN Penting untuk Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Program MBG

- Pewarta

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia), Chamad Hojin

Direktur Eksekutif Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia), Chamad Hojin

Terassenayan.com, Jakarta — Direktur Eksekutif Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia), Chamad Hojin, menilai langkah Presiden Prabowo Subianto melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan keputusan yang penting untuk menjaga kredibilitas dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Pergantian tersebut dilakukan di tengah kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pejabat BGN.

Menurut Hojin, publik perlu membedakan antara tujuan besar program MBG dengan dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum dalam pelaksanaannya.

“Program Makan Bergizi Gratis adalah salah satu agenda strategis Presiden Prabowo untuk membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, jangan sampai tujuan besar program ini ikut kehilangan legitimasi hanya karena adanya dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh segelintir orang.” katanya saat dihubungi media.

Hojin menilai langkah cepat pemerintah melakukan pergantian kepemimpinan menunjukkan adanya keseriusan untuk menjaga integritas program sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

“Dalam perspektif kebijakan publik, yang paling penting adalah bagaimana negara merespons ketika terjadi masalah. Dan dalam kasus ini, pemerintah menunjukkan bahwa pembenahan dilakukan secara cepat agar program tetap berjalan dan kepercayaan publik tidak semakin tergerus,” imbuhnya.

Namun demikian, Puspoll mengingatkan bahwa pergantian pejabat tidak boleh menjadi akhir dari proses perbaikan. Menurutnya, kasus yang terjadi harus menjadi momentum untuk melakukan reformasi tata kelola secara menyeluruh di tubuh BGN.

“Pergantian pimpinan adalah langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan sistem pengawasan, mekanisme pengadaan, kemitraan, dan akuntabilitas anggaran diperkuat. Program sebesar MBG membutuhkan tata kelola yang jauh lebih ketat dibanding program-program biasa,” tegas dia.

Puspoll menilai keberhasilan MBG tidak hanya akan diukur dari jumlah penerima manfaat, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaannya.

Menurut Hojin, kasus ini seharusnya menjadi momentum memperkuat kelembagaan BGN agar lebih profesional dan lebih siap mengelola program yang menjadi salah satu prioritas nasional.

“Justru karena MBG adalah program unggulan Presiden Prabowo, maka standar pengawasannya harus lebih tinggi. Program ini menyangkut masa depan anak-anak Indonesia, sehingga integritas pengelolaannya harus dijaga secara maksimal,” tukas dia.

Puspoll juga mengapresiasi komitmen pemerintah yang menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis akan tetap berjalan meskipun terjadi pergantian kepemimpinan di BGN. Pemerintah menyatakan fokus pembenahan diarahkan pada penguatan tata kelola, efisiensi, dan kualitas layanan tanpa mengganggu keberlanjutan program.

“Korupsi harus ditindak tegas. Tetapi yang tidak kalah penting adalah memastikan bahwa program yang baik tidak ikut menjadi korban. Reformasi BGN harus menjadi titik balik untuk membangun tata kelola yang lebih kuat, sehingga manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutup Hojin.
(*)

Berita Terkait

Pemred Award 2026 Anugerahkan Gavriel Novanto sebagai Tokoh Muda Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi Publik
Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Bantu Membangun Sejumlah Fasilitas Penunjang di Desa Wisata Kiarasari ‎
Nobar PKB Meriah! Cak Imin Prediksi Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026
MKD DPR RI Perkuat Sinergi dengan Polri untuk Pengawasan Etik Anggota DPR RI
Sinergi Penegak Hukum Lebih Penting daripada Unjuk Kekuatan di Ruang Publik
DPR RI Dorong Percepatan Perluasan BPJS Ketenagakerjaan Wajib Menyentuh Pekerja Non-Formal, Desa, dan Guru Ngaji
Kekeringan Meluas, Komisi V Minta Pemda Antisipasi Krisis Air Bersih
Jannah Firdaus Travel Tegaskan Legalitas dan Rekam Jejak, Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Senin, 8 Juni 2026 - 11:57

KPK Temukan 28 Persen indikasi Pungli di SPMN se-Indonesia, Inspektorat Bojonegoro Perketat Pengawasan

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:56

Wagub Jambi: Lima Ranperda inisiatif DPRD beri manfaat positif

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:53

Wali Kota Kupang Hadiri Peringatan HLUN 2026 Bersama Mensos RI

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:38

Relawan Ahmad Irawan Tabur Benih Ikan di Aliran Sungai Kecamatan Ampelgading

Berita Terbaru

Internasional

AS hantam puluhan target militer Iran dekat Hormuz

Rabu, 15 Jul 2026 - 13:01