Komisi VI DPR RI menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) setelah melakukan kunjungan kerja dan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi strategis di kawasan IKN, Kalimantan Timur, Kamis lalu. Kunjungan ini menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI terhadap proyek strategis nasional.
Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Ermarini, menyampaikan bahwa pembangunan IKN menunjukkan progres yang signifikan dan mencerminkan arah baru pembangunan Indonesia yang berorientasi pada pemerataan, daya saing, serta keberlanjutan lingkungan.
Menurut Anggia, IKN tidak hanya dimaknai sebagai pemindahan pusat pemerintahan dari Jakarta, tetapi sebagai upaya membangun kota masa depan yang terintegrasi dengan alam dan menjawab tantangan global.
“Pembangunan IKN ini memiliki dimensi strategis yang besar. Bukan sekadar memindahkan ibu kota, tetapi membangun pusat pemerintahan baru yang modern, inklusif, dan selaras dengan lingkungan,” ujarnya.
Meski demikian, Anggia menegaskan bahwa proyek berskala besar seperti IKN harus disertai pengawasan yang kuat dan berkelanjutan. Ia menilai kesiapan pemindahan ibu kota tidak hanya diukur dari berdirinya infrastruktur fisik, tetapi juga dari kualitas pengelolaan, mitigasi risiko, serta keterlibatan masyarakat.
“Ini proyek besar dengan jangka panjang. Maka yang perlu dipastikan bukan hanya soal bangunan, tetapi juga manajemen, kualitas konstruksi, komunikasi publik, dan kesiapan ekosistem pendukungnya,” tegasnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan Komisi VI DPR RI terlebih dahulu menggelar dialog bersama jajaran Otorita IKN di City Hall Kantor Otorita IKN. Selanjutnya, Komisi VI meninjau langsung beberapa titik penting pembangunan, termasuk Istana Garuda dan Kawasan Legislatif.
Komisi VI DPR RI berharap sinergi antara lembaga legislatif dan Otorita IKN terus diperkuat guna memastikan pembangunan Ibu Kota Nusantara berjalan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan perencanaan jangka panjang nasional.




















