KPK Panggil 4 Saksi Baru dalam Kasus Korupsi Gedung Lamongan

- Pewarta

Selasa, 2 Juni 2026 - 13:45

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Komersialisasi proyek gedung Pemkab Lamongan yang berlangsung pada 2017–2019 kembali menjadi fokus penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dalam perkembangan terbaru, lembaga antirasuah itu memanggil empat saksi kunci untuk mengungkap dugaan penyimpangan anggaran yang diduga merugikan negara ratusan miliar rupiah.

Pemeriksaan yang berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, melibatkan sejumlah pihak yang pernah terlibat langsung dalam proses pengadaan dan pelaksanaan proyek. Mereka adalah Mokh Sukiman, mantan PPK Kepala Seksi Penataan Bangunan dan Lingkungan di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Lamongan; Ahmad Abdillah, Direktur PT Agung Pradana Putra; Muhammad Yanuar Marzuki, mantan Komite Manajemen Proyek Gedung Pemkab Lamongan sekaligus Direktur CV Absolute; serta Herman Dwi Haryanto, mantan General Manager Divisi Regional III PT Brantas Abipraya periode 2015–2019.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat bukti sebelum memasuki tahap penuntutan. “KPK masih menggali keterlibatan para pihak dalam proses pengadaan, pengawasan, dan pelaksanaan proyek yang diduga sarat penyimpangan,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).Sebelumnya, KPK telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, meski identitas mereka belum diumumkan secara resmi. Pihaknya juga telah menggeledah sejumlah kantor pemerintahan di Lamongan, termasuk ruang kerja pejabat terkait, guna mengamankan dokumen dan data elektronik yang menjadi petunjuk penting.

Kerugian negara yang dihitung oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) telah diserahkan kepada KPK pada Januari 2026. Angka kerugian yang diungkapkan bersumber dari analisis teknis terhadap selisih harga, penyimpangan spesifikasi teknis, dan praktik kolusi dalam tender proyek. KPK juga sebelumnya melibatkan ahli konstruksi untuk memverifikasi apakah material dan desain yang digunakan sesuai dengan standar yang dianggarkan.

Kasus ini menjadi salah satu fokus utama KPK dalam memerangi korupsi infrastruktur di tingkat daerah. Proyek gedung kantor Pemkab Lamongan, yang seharusnya menjadi simbol pelayanan publik, justru diduga menjadi sarana pencucian uang dan keuntungan pribadi. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi ini diharapkan bisa mengungkap rantai keterlibatan antara pejabat, konsultan, hingga pengusaha konstruksi.

Dengan semakin banyaknya saksi yang dipanggil, indikasi kuat muncul bahwa jaringan korupsi ini tidak hanya melibatkan sejumlah individu, tetapi sistemik, dengan pola yang terstruktur dan saling terkait. KPK kini berada di fase krusial: mengonversi temuan investigasi menjadi bukti hukum yang tak terbantahkan, demi menegakkan keadilan dan memulihkan kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan daerah.

Berita Terkait

KPK Periksa Dirjen Kemenhut hingga Direktur Kementerian ESDM
KPK Awasi Ketat Program Makan Bergizi Gratis Rp268 Triliun
Daftar Lengkapnya Jaksa Agung Mutasi 14 Kajati
Ketum Kesthuri dan Direktur Maktour Jadi Tersangka Kuota Haji
Komisi III DPR kawal kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS
Wakil Bupati Rejang Lebong Hendri Tidak Ditetapkan Tersangka
Kisah Fandi Menjadi Sorotan Publik, Komisi III DPR RI Turun Tangan
Ketua Komisi III DPR Tak Setuju Hukuman Mati bagi Pak ED, Soroti Kasus Di Pariaman

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:23

Puspoll Indonesia Nilai Reformasi BGN Penting untuk Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Program MBG

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:49

Harga emas di Pegadaian serentak turun Jumat pagi

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:46

KPK geledah kediaman Silmy Karim eks Wamen Imipas

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:51

GAKESLAB INDONESIA Peduli Baduy: Wujud Kepedulian Industri Alat Kesehatan Untuk Kesehatan Masyarakat Pedalaman

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:16

Menteri LH ingatkan pembangunan tanggul laut sia-sia tanpa perubahan perilaku di darat

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:11

Riyan Hidayat: BM PAN harus jadi rumah besar pergerakan anak muda

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:00

Kasus Hanania Travel Telan Rp12 Miliar, DPR Desak Pembalikkan dana Total Uang Jemaah

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:17

Kemnaker fasilitasi 15 skema sertifikasi kompetensi bagi alumni magang

Berita Terbaru

Pekerja menunjukkan emas batangan di Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/9/2025). Pada hari Selasa 2 September 2025 harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang turun Rp 2.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.011.000 per gram menjadi Rp 2.009.000 per gram. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

Nasional

Harga emas di Pegadaian serentak turun Jumat pagi

Jumat, 5 Jun 2026 - 14:49

Nasional

KPK geledah kediaman Silmy Karim eks Wamen Imipas

Jumat, 5 Jun 2026 - 14:46