Demi Jaga Stabilitas Prabowo Diminta Kurangi Pidato Politik terkait Ekonomi , Ini Kata Pengamat

- Pewarta

Kamis, 21 Mei 2026 - 14:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Media Wahyudi Askar, mengkritik pola komunikasi ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang dinilai justru memicu kekhawatiran investor dan pelaku usaha di tengah tekanan ekonomi nasional.

Askar menilai pemerintah seharusnya lebih fokus membangun kebijakan berbasis data, riset, dan mitigasi risiko dibanding mengedepankan pidato politik dalam pengambilan keputusan ekonomi.

“Kalau bicara soal ketidakpastian ekonomi, tidak ada satupun yang bisa kita pastikan apa yang terjadi di masa depan. Tetapi part terbaik yang kita bisa lakukan sebagai sebuah negara adalah membangun mitigasi risiko yang kuat,” kata Askar.

Menurut dia, kebijakan ekonomi seharusnya disusun berdasarkan kajian ilmiah dan kondisi riil masyarakat, bukan sekadar intuisi maupun sentimen emosional.

“Salah satunya adalah terus berupaya menciptakan kebijakan yang berbasis evidence, bukan berdasarkan intuisi sentimen emosional pribadi, bukan berdasarkan memori tahun 1970-an,” ujarnya.

Askar juga menyoroti minimnya rujukan pemerintah terhadap hasil penelitian lembaga riset maupun perguruan tinggi dalam penyusunan kebijakan strategis nasional.

Ia mengaku jarang mendengar Presiden mengutip kajian dari BRIN, Bappenas, ataupun kampus-kampus besar dalam pidato terkait ekonomi nasional.

“Kalau kita lihat semua narasi presiden hari ini, sangat sedikit sekali bahkan saya tidak pernah mendengar presiden itu mensitasi hasil studi dari BRIN, Bappenas, dosen-dosen UGM, UI, ITB, dan lain-lain,” katanya.

Menurut Askar, kondisi tersebut membuat banyak kebijakan terlihat muncul setelah pidato politik disampaikan, bukan melalui proses teknokratis yang matang.

“Beliau menciptakan kebijakan hanya dengan sebuah pidato politik. Dan hanya di Indonesia yang mungkin itu terjadi,” ujarnya.

Kritik tersebut muncul di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam beberapa waktu terakhir.

CELIOS juga meminta pemerintah mengevaluasi sejumlah program strategis yang dinilai membebani kondisi fiskal dan pasar, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih.

“Satu solusinya, hentikan MBG dan Kopdes Merah Putih, moratorium dan redesign ulang program itu,” tegas Askar.

Selain evaluasi program, ia juga mengusulkan agar Presiden sementara waktu mengurangi komunikasi publik terkait ekonomi guna meredam sentimen negatif di pasar.

“Kedua, untuk 1, 2, 3 bulan ke depan, jauhkan Pak Prabowo dari mikrofon. Investor dan pelaku usaha khawatir setiap kali Pak Prabowo berpidato,” tuturnya.

Menurut Askar, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan gaya komunikasi Presiden, tetapi juga lemahnya masukan dari lingkaran kebijakan ekonomi pemerintah saat ini.

Berita Terkait

Selasa ini harga tiga jenama emas di Pegadaian serempak turun
Anggota Komisi VI DPR RI Ida Nurlaela usul PTPN kembangkan bioetanol dari sorgum
IHSG Senin dibuka Anjlok ke 6,063
Rupiah melemah seiring pernyataan “hawkish” dari The Fed
Kejagung serahkan Rp1,02 triliun hasil pemulihan aset kepada Kemenkeu
IHSG melemah dipicu kombinasi sentimen domestik dan global
Pengamat Ekonomi: ekspor satu pintu SDA upaya menata pasar atau mengendalikan pasar?
PIHPS: Harga cabai rawit Rp75.650/kg, telur ayam Rp30.400/kg

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Senin, 8 Juni 2026 - 11:57

KPK Temukan 28 Persen indikasi Pungli di SPMN se-Indonesia, Inspektorat Bojonegoro Perketat Pengawasan

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:56

Wagub Jambi: Lima Ranperda inisiatif DPRD beri manfaat positif

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:53

Wali Kota Kupang Hadiri Peringatan HLUN 2026 Bersama Mensos RI

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:38

Relawan Ahmad Irawan Tabur Benih Ikan di Aliran Sungai Kecamatan Ampelgading

Berita Terbaru

Internasional

AS hantam puluhan target militer Iran dekat Hormuz

Rabu, 15 Jul 2026 - 13:01