Sekolah Rakyat Jadi Senjata Utama Prabowo Putus Rantai Kemiskinan Ekstrem

- Pewarta

Rabu, 29 April 2026 - 10:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terassenayan.com, Jakarta — Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto ditegaskan sebagai instrumen utama pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan. Dalam peringatan satu tahun perjalanan program tersebut di Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Jakarta, Rabu (29/04/2026), pemerintah menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar sekolah berasrama, melainkan model terpadu pengentasan kemiskinan yang menyasar seluruh keluarga.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan bahwa pendekatan program ini dirancang khusus untuk menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini kerap luput dari perhatian sistem—mereka yang hidup dalam kemiskinan turun-temurun dan sulit keluar dari lingkaran tersebut.

“Biasanya anak orang miskin, anaknya tetap miskin. Kita harus berani merubah,” ujar Gus Ipul, menirukan pesan Presiden dalam forum tersebut.

Ia menyebut kelompok tersebut sebagai invisible people, yakni masyarakat yang hidup sangat dekat dengan realitas sehari-hari namun sering tidak terjangkau kebijakan. Di antaranya adalah keluarga yang hanya mampu makan sekali sehari, hingga orang tua yang tidak sanggup menebus ijazah anaknya akibat tunggakan biaya pendidikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, hampir 4 juta anak usia sekolah di Indonesia belum mengenyam pendidikan, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah. Sebagian besar dari mereka terhenti saat akan melanjutkan ke jenjang sekolah menengah atas.

Pendekatan Terpadu: Dari Pendidikan hingga Pemberdayaan Ekonomi

Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat dirancang sebagai miniatur pengentasan kemiskinan. Program ini tidak hanya menyekolahkan anak, tetapi juga memberdayakan orang tua, memperbaiki rumah tidak layak huni, serta mendorong keluarga masuk ke dalam ekosistem ekonomi melalui program seperti Koperasi Merah Putih.

Target akhirnya adalah menciptakan kemandirian keluarga, sehingga mereka dapat keluar dari daftar penerima bantuan sosial dan berdiri secara ekonomi.

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran secara terbuka. Pemerintah justru melakukan pendekatan proaktif berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKS), dengan mendatangi langsung rumah warga untuk memastikan anak-anak dari keluarga rentan tetap mendapatkan akses pendidikan.

Program ini juga mengedepankan pendekatan inklusif. Tidak ada tes akademik sebagai syarat masuk. Anak-anak dengan latar belakang rentan—termasuk korban kekerasan dalam rumah tangga maupun yang pernah terpapar narkoba—tetap diterima dengan pendekatan rehabilitasi sebagai tahap awal.

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa Sekolah Rakyat harus menjadi game changer dalam penanggulangan kemiskinan nasional.

Menurutnya, hingga saat ini terdapat 166 Sekolah Rakyat yang telah beroperasi di 34 provinsi. Program tersebut diperkuat melalui Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2025 serta sinkronisasi data melalui Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025.

“Sekolah Rakyat adalah solusi Indonesia mengatasi kemiskinan dengan pemberdayaan,” ujar Muhaimin.

Setelah berjalan selama sembilan bulan, dampak awal mulai terlihat. Anak-anak yang sebelumnya hidup dalam keterbatasan kini menunjukkan perubahan signifikan—lebih sehat, disiplin, dan percaya diri. Bahkan, bagi sebagian dari mereka, mendapatkan tiga kali makan sehari dulunya merupakan kemewahan.

Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin tidak lagi terjebak dalam siklus kemiskinan. Mereka diharapkan tumbuh menjadi generasi baru yang mampu mengubah masa depan keluarga sekaligus berkontribusi bagi bangsa. (*)

Berita Terkait

Solusi Baitullah Indonesia Soroti Pentingnya Perlindungan Jemaah dan Penataan Pemasaran Umrah
Hanan A. Rozak Apresiasi Arah Kebijakan Pertanian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Capaian Baik Harus Diikuti Kesejahteraan Petani
TNI akan tindak lanjuti informasi KPK soal dua prajurit terlibat kasus BNPB
DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak
KPK panggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai sebagai saksi
DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Gempuran Produk Impor dan Persaingan Digital
DPR Setujui Komjen Suyudi Jadi Kapolri, Dilantik Siang Ini
Komisi II DPR RI Dukung Ombudsman Awasi Kasus Lapas Cibinong

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20