Bertemu Komisi II DPR RI, Gubernur Sulteng sampaikan 63 aduan konflik agraria

- Pewarta

Jumat, 24 April 2026 - 13:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sulteng,- Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menyampaikan sebanyak 63 aduan konflik agraria dengan luas lahan sekitar 21 ribu hektare yang berdampak pada lebih dari 9 ribu kepala keluarga kepada Komisi II DPR saat kunjungan kerja di Palu.

Dalam pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong di ruang Polibu Sekretariat Daerah (Setda) Sulteng di Palu, Selasa, Anwar mengatakan persoalan reforma agraria menjadi salah satu isu strategis yang membutuhkan perhatian pemerintah pusat dan daerah.

“Penyelesaian konflik agraria salah satu fokus Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng,” ujarnya.

Ia menjelaskan konflik agraria tersebut mayoritas terjadi di sektor perkebunan kelapa sawit, terutama pada perusahaan yang belum memiliki izin Hak Guna Usaha (HGU) yang sah dan belum merealisasikan kewajiban pembangunan kebun plasma bagi masyarakat.

Selain itu, pemerintah provinsi juga menyoroti sekitar 342 ribu hektare lahan perkebunan yang masih beroperasi tanpa HGU, sementara sekitar 104 ribu hektare telah memiliki HGU.

Di sektor pertambangan, ia mengemukakan tumpang tindih izin usaha industri pertambangan dengan lahan masyarakat kerap memicu konflik di lapangan.

“Pemegang izin tambang sering menganggap izin tersebut mencakup penguasaan lahan, padahal seharusnya hanya untuk pemanfaatan di bawah permukaan. Ini yang sering menimbulkan persoalan di lapangan,” ucapnya.

Menurut dia, persoalan agraria juga terjadi di kawasan transmigrasi dan kebijakan bank tanah, termasuk di wilayah Napu, Kabupaten Poso yang memicu konflik baru antara masyarakat dan pengelola lahan.

Pemprov Sulteng lanjut dia telah membentuk satuan tugas (satgas) penyelesaian konflik agraria, untuk mempercepat penanganan melalui pendekatan mediasi dan restorative justice.

“Harapan kami kehadiran Komisi II DPR dapat memperkuat sinergitas pusat dan daerah dalam menyelesaikan konflik agraria secara adil dan berkelanjutan,” ucap Anwar.

Berita Terkait

Pimpin Apel HSN di Riau, Gus Muhaimin Bidik Santri Jadi Jawaban atas Krisis Bangsa
KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun
Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata
Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT
Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK
Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi
Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH
Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20