Yuk Simak Perkiraan Awal Puasa Menurut BRIN, NU, dan Muhammadiyah

- Pewarta

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Informasi terkait perkiraan puasa Ramadan 2026 di Indonesia banyak dicari masyarakat belakangan ini. Dengan mengetahui kapan awal puasa berlangsung, muslim bisa mempersiapkan diri dengan lebih baik menyambut bulan suci.
Ramadan tahun ini diperkirakan jatuh pada pertengahn Februari 2026. Walaupun pemerintah belum menetapkan secara resmi, ada beberapa prediksi yang bisa dijadikan sebagai acuan.

Berikut jadwal perkiraan puasa Ramadan 2026 versi pemerintah, BRIN, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama.

Perkiraan Puasa Ramadan 2026
Berikut perkiraan puasa Ramadan 2026 berdasarkan jadwal pemerintah, BRIN, Muhammadiyah dan NU.

1. Puasa Ramadan 2026 Versi Pemerintah
Penanggalan 1 Ramadan 2026 secara resmi belum ditetapkan oleh pemerintah. Tetapi merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama, awal Ramadan diprediksi bertepatan dengan Kamis, 19 Februari 2026.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan informasi prakiraan hilal ketika matahari terbenam pada 17 dan 18 Februari 2026 sebagai dasar ilmiah penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah.

“Konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima’ adalah peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi,” tulis BMKG dalam laporannya, dikutip pada Kamis (5/2/2026).

Menurut data hisab BMKG, hilal belum memenuhi kriteria untuk diamati pada 17 Februari 2026. Sementara pada 18 Februari 2026, posisi hilal telah berada di atas horizon dengan ketinggian, elongasi, umur Bulan, lag, dan fraksi iluminasi yang memadai.

Pada 17 Februari 2026, ketinggian hilal di Indonesia masih berada di bawah horizon berkisar antara -2,41° di Jayapura, Papua hingga -0,93° di Tua Pejat, Sumatera Barat. Sementara itu pada 18 Februari 2026 ketinggian hilal sudah positif dan signifikan, yaitu 7,62° di Merauke, Papua hingga 10,03° di Sabang, Aceh.

Elongasi atau jarak sudut antara pusat piringan Bulan dan Matahari, pada 17 Februari 2026, elongasi berkisar antara 0,94° di Banda Aceh hingga 1,89° di Jayapura. Sementara pada 18 Februari 2026 elongasi meningkat menjadi 10,7° di Jayapura hingga 12,21° di Banda Aceh.

Nilai elongasi pada 18 Februari 2026 telah memenuhi kriteria visibilitas hilal yang umum digunakan. Indonesia menggunakan standar atau kriteria yang disepakati oleh Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Singapura (MABIMS) dalam penentuan hilal.

Kriteria baru MABIMS mengatur imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

2. Puasa Ramadan 2026 Versi BRIN
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi puasa Ramadan 1447 H berlangsug pada Kamis, 19 Februari 2026. Perkiraan ini sama seperti pemerintah.

Menurut Koordinator KR Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Prof Thomas Djamaluddin menjelaskan terdapat potensi perbedaan awal puasa. Ia memprediksi pemerintah akan menetapkan 1 Ramadan ppada Kamis, 19 Februari 2026.

“Akan ada perbedaan penentuan awal Ramadan 1447. Sumber perbedaan bukan seperti sebelumnya yang terkait posisi hilal, tetapi lebih disebabkan oleh perbedaan ‘hilal lokal’ dan ‘hilal global’,” katanya saat dihubungi, Kamis (5/2/2026), dilansir detikNews.

Thomas menilai hilal lokal diprediksi tidak memenuhi kriteria hilal ketika diamati menjelang sidang isbat pada 17 Februari 2026.

“Kementerian Agama dan sebagian besar ormas Islam menggunakan kriteria ‘hilal lokal’, yang mensyaratkan posisi hilal memenuhi kriteria visibilitas di wilayah Indonesia. Pada saat magrib 17 Februari, posisi hilal/bulan masih di bawah ufuk. Jadi tidak mungkin dirukyat (diamati). Jadi, awal Ramadan pada hari berikutnya, yaitu 19 Februari 2026,” jelasnya memaparkan.

Lebih lanjut Thomas menuturkan penentuan awal Ramadan bisa berbeda jika mengacu posisi hilal global. 1 Ramadan bisa ditetapkan pada 18 Februari apabila merujuk pada posisi hilal global, sama seperti yang dipakai Muhammadiyah.

“Muhammadiyah menggunakan ‘hilal global’, yaitu asalkan hilal memenuhi kriteria visibilitas di mana pun dan konjungsi sebelum fajar di Selandia Baru, maka besoknya masuk awal bulan. Pada 17 Februari posisi hilal/bulan telah memenuhi kriteria di Alaska dan konjungsi terjadi sebelum fajar di Selandia Baru, maka awal Ramadan ditetapkan 18 Februari 2026,” urai Thomas.

3. Puasa Ramadan 2026 Versi Muhammadiyah
1 Ramadan 2026 versi Muhammadiyah telah ditetapkan secara resmi. Menurut Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025, Ramadan 1447 H dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026 yang berarti satu hari lebih awal dari prediksi pemerintah.

Penetapan PP Muhammadiyah terkait awal Ramadan 1447 H itu mengacu pada hasil hisab haiki Majelis Tarjih dan Tajdid. Mereka mengacu pada parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) Muhammadiyah.

4. Puasa Ramadan 2026 Versi Nahdlatul Ulama
Belum ada ketetapan resmi kapan 1 Ramadan 2026 berlangsung versi Nahdlatul Ulama. Biasanya, mereka menunggu tim pemantauan hilal pada bulan Syaban.

Namun, merujuk pada prediksi kalender Amanak NU dikatakan 1 Ramadan 1447 H berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026.

Itulah informasi terkait jadwal perkiraan 1 Ramadan 2026. Semoga bermanfaat.

 

Berita Terkait

Solusi Baitullah Indonesia Soroti Pentingnya Perlindungan Jemaah dan Penataan Pemasaran Umrah
Hanan A. Rozak Apresiasi Arah Kebijakan Pertanian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Capaian Baik Harus Diikuti Kesejahteraan Petani
TNI akan tindak lanjuti informasi KPK soal dua prajurit terlibat kasus BNPB
DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak
KPK panggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai sebagai saksi
DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Gempuran Produk Impor dan Persaingan Digital
DPR Setujui Komjen Suyudi Jadi Kapolri, Dilantik Siang Ini
Komisi II DPR RI Dukung Ombudsman Awasi Kasus Lapas Cibinong

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20