Menkeu Purbaya dijadwalkan berangkat haji pada 21 Mei

- Pewarta

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:08

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan dirinya berencana berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji pada Kamis (21/5), jika tidak ada halangan.

“Kamis (21/5), kalau nggak ada halangan,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

Purbaya mengatakan dirinya telah melakukan persiapan ibadah haji sejak dua pekan terakhir.

Dia menyebut masih mempelajari doa-doa untuk pelaksanaan ibadah haji.

“Persiapan haji sudah dua minggu lalu, sudah belajar tapi doa-doanya, masih lupa juga,” ucapnya.

Purbaya juga mengatakan rencananya akan menjalankan ibadah haji selama 10 hari. “10 hari,” ucapnya singkat.

Sebelumnya, Purbaya mengikuti rapat terbatas (ratas) bersama sejumlah menteri bidang ekonomi yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin sore.

Pejabat lain yang mengikuti ratas tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, hingga Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Usai mengikuti ratas, Purbaya memastikan berbagai langkah terus diambil untuk membantu menstabilkan nilai tukar rupiah termasuk dengan terlibat lebih aktif di dalam pasar obligasi.

“Kita sudah masuk ke ‘bond market’ bertahap. Asing juga sudah masuk juga, jadi seharusnya ke depan, minggu-minggu ini akan lebih stabil,” kata Menkeu.

Rencananya pemerintah akan menjalankan skema Dana Stabilisasi Obligasi (Bond Stabilization Fund) dengan menggunakan anggaran yang tersedia.

Ketika ditanya lebih lanjut terkait jumlah dana yang akan masuk, Purbaya menyebut dirinya meminta Rp2 triliun setiap harinya masuk ke pasar obligasi.

“Kita masih punya beberapa tempat, itu kan hanya ‘cash management’ saja. Jadi tidak masalah,” jelas Purbaya ketika ditanya lebih lanjut mengenai asal dari dana yang akan masuk ke pasar obligasi tersebut.

Dia menyebut perputaran uang di pasar obligasi diproyeksikan dapat mendorong sentimen positif di pasar obligasi. Dengan sentimen positif, jelasnya, biasanya asing juga akan turut masuk ke pasar.

Berita Terkait

Solusi Baitullah Indonesia Soroti Pentingnya Perlindungan Jemaah dan Penataan Pemasaran Umrah
Hanan A. Rozak Apresiasi Arah Kebijakan Pertanian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Capaian Baik Harus Diikuti Kesejahteraan Petani
TNI akan tindak lanjuti informasi KPK soal dua prajurit terlibat kasus BNPB
DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak
KPK panggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai sebagai saksi
DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Gempuran Produk Impor dan Persaingan Digital
DPR Setujui Komjen Suyudi Jadi Kapolri, Dilantik Siang Ini
Komisi II DPR RI Dukung Ombudsman Awasi Kasus Lapas Cibinong

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20