Menera Hiu Paus, Melindungi Raksasa Lautan Indonesia

- Pewarta

Minggu, 18 Januari 2026 - 00:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DERAWAN – PT Pertamina International Shipping (PIS) memantapkan komitmennya dalam upaya konservasi populasi hiu paus (Rhincodon typus) di Indonesia melalui keberhasilannya dalam menera (tagging) 4 ekor hiu paus di perairan Kepulauan Derawan, Kalimantan Timur.

Dengan demikian, PIS kini tercatat telah berhasil menandai 7 ekor hiu paus selama 2 tahun terakhir.

Proses penandaan hiu paus di perairan Derawan berlangsung pada 15-28 November 2025, dengan menggandeng Konservasi Indonesia, sebuah yayasan nasional yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan di Indonesia.

Keberhasilan penandaan sejumlah individu baru hiu paus menjadi kemajuan dalam upaya studi dan observasi ikan terbesar di dunia ini. Adapun 4 hiu paus tersebut diberikan nama sesuai dengan nama kapal tanker kebanggaan PIS, yakni; Pride, Prime, Bangka, Belitung.

“Tujuan utama tagging hiu paus ini adalah bagaimana kami dari PIS dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian fauna di Indonesia. Data-data yang kami kumpulkan bersama mitra yang berpengalaman diharapkan dapat mendukung upaya menjaga satwa yang sangat penting di lautan Indonesia. Dengan demikian, kami juga bisa mengatur operasional kami sehingga dapat berdampak positif terhadap keberlangsungan satwa tersebut,” ujar Manager CSR PIS Alih Istik Wahyuni.

Salah satu tujuan peneraan hiu paus ini juga agar dapat mengenali rute-rute yang biasa dilintasi oleh populasi hiu paus di Nusantara sehingga kapal-kapal mereka dapat menghindari tabrakan rute yang sama. Dari hasil penelitian sejumlah pihak, tabrakan dengan kapal-kapal besar menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kematian hiu paus dan penurunan populasinya.

“Data-data yang kami dapatkan dari hasil tagging hiu paus ini akan membantu kami memetakan jalur-jalur dan migrasi hiu paus tersebut. Data ini akan kami integrasikan dengan data pelayaran yang kami punya sehingga kami bisa meminimalisasi potensi risiko tabrakan hiu paus dengan kapal-kapal yang dioperasikan PIS. Dengan begitu kami juga bisa berkontribusi untuk menjaga kelestarian hiu paus di Indonesia,” imbuh Alih.

Mochamad Iqbal Herwata Putra, Focal Species Conservation Senior Manager Konservasi Indonesia, menjelaskan saat ini populasi hiu paus di dunia menghadapi sejumlah ancaman atas keberlangsungan hidupnya. Ancaman tersebut diperkirakan telah menyebabkan populasi hiu paus turun lebih dari 50%. Kabar baiknya, melalui upaya pemulihan yang terus dilakukan berbagai pihak, populasi hiu paus mungkin pulih dalam 100 tahun ke depan.

Tabrakan dengan kapal, polusi laut, perubahan iklim, tidak sengaja tertangkap, dapat menyebabkan hiu paus terdampar di bibir pantai di berbagai tempat. Keterdamparan ini menjadi perhatian para peneliti karena hal ini menjadi faktor yang mengganggu upaya pemulihan populasi hiu paus.

“Dengan terus menandai individu hiu paus yang tersebar di Indonesia, termasuk di perairan Derawan, PIS dan Konservasi Indonesia dapat terus menghimpun data yang penting untuk mempelajari koridor migrasi hiu paus yang pada akhirnya dapat melindungi spesies yang terancam punah tersebut,” terang Iqbal.

Penandaan hiu paus adalah bagian dari program Marine BiodiverSEAty yang berada di bawah payung program BerSEAnergi untuk Laut, sebuah inisiatif CSR PIS di bawah pilar Environmental Preservation.

Melalui program ini, PIS menegaskan komitmennya dalam melindungi hiu paus, spesies payung yang saat ini masuk dalam kategori terancam punah menurut daftar IUCN. Penandaan dilakukan menggunakan perangkat tag satelit yang memungkinkan peneliti melacak pola pergerakan, jalur migrasi, dan habitat kritis hiu paus di sekitar ekosistem Derawan dan wilayah perairan Indonesia yang lebih luas.

Melalui program Marine BiodiverSEAty, PIS menegaskan komitmennya terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) 14: Life Below Water, sekaligus memperkuat upaya nasional dan global dalam pelestarian keanekaragaman hayati laut. Inisiatif ini diharapkan dapat menciptakan model kolaborasi konservasi yang berkelanjutan, berbasis data, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan dari tingkat lokal hingga nasional.

Pada tahun lalu, kegiatan serupa juga dijalankan PIS di perairan Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Kwatisore, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Kala itu, PIS berhasil menandai 3 ekor hiu paus. Setelah sukses menandai total 7 individu hiu paus di Kwatisore dan Kepulauan Derawan, PIS menyebut pihaknya akan terus melanjutkan program ini guna memperbanyak data untuk dipelajari.

“Kami akan melanjutkan program ini agar kami dapat memetakan risiko tabrakan kapal dengan hiu paus (Whale Shark–Ship Collision Risk Map) serta rekomendasi mitigasi dan masukan teknis bagi pengembangan SOP keselamatan laut,” tegas Alih.

Berdasarkan laporan International Union for Conservation of Nature (IUCN), hiu paus merupakan salah satu hewan yang masuk ke dalam daftar merah terancam punah sejak 2016. Sejak itu upaya konservasi hiu paus terus digalakkan oleh berbagai pihak, termasuk oleh PIS sebagai perusahaan yang bergerak di industri maritim dan memiliki perhatian besar untuk keberlanjutan ekosistem kelautan Indonesia.

Berita Terkait

Solusi Baitullah Indonesia Soroti Pentingnya Perlindungan Jemaah dan Penataan Pemasaran Umrah
Hanan A. Rozak Apresiasi Arah Kebijakan Pertanian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Capaian Baik Harus Diikuti Kesejahteraan Petani
TNI akan tindak lanjuti informasi KPK soal dua prajurit terlibat kasus BNPB
DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak
KPK panggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai sebagai saksi
DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Gempuran Produk Impor dan Persaingan Digital
DPR Setujui Komjen Suyudi Jadi Kapolri, Dilantik Siang Ini
Komisi II DPR RI Dukung Ombudsman Awasi Kasus Lapas Cibinong

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20