Gubernur DIY Sultan HB X : Wisata Jogja Tak Perlu Di bandingkan dengan Lainya

- Pewarta

Minggu, 15 Februari 2026 - 11:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yogyakarta,- Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menanggapi pernyataan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, GKR Mangkubumi, terkait pembangunan di Gunungkidul yang dinilai meniru Bali. Sultan menegaskan Jogja dan Bali berbeda dan tak perlu diperbandingkan.

“Ya kita tidak usah diperbandingkan dengan Bali. Kan memang beda Jogja sama Bali,” kata Sultan usai menghadiri pelantikan pengurus KADIN Kabupaten/Kota se-DIY di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Sabtu (14/2/2026).

Menurut Sultan, perbedaan Jogja dan Bali terletak pada kultur atau budayanya. Ia menekankan pentingnya memegang teguh dan melestarikan kebudayaan Jogja.”Ya kota wisata, tapi kan culture masyarakatnya kan memang beda. Jadi tidak usah membanding-bandingkan. Jogja ya untuk Jogja sendiri,” ucapnya.

Sultan juga membuka pintu bagi investor yang ingin menanam modal di DIY. “Ya terserah investor kalau itu (mau menanamkan modal di sektor pariwisata atau tidak),” ujarnya.

Kekhawatiran Kadin DIY Akan ‘Bali-nisasi’ Jogja
GKR Mangkubumi sebelumnya menyampaikan kekhawatiran bahwa pembangunan di Jogja meniru Bali, terutama di sektor pantai dan resort.”Nah, kok terus sepertinya lama-lama Jogja itu di-Bali-kan, gitu. Sedangkan kita ini punya ciri khas tersendiri, karakter sendiri, pantainya berbeda dengan Bali,” katanya.

Mangkubumi menjelaskan perbedaan utama terletak pada kepemilikan pantai. Di DIY, pantai tidak bisa dikuasai mutlak oleh investor karena merupakan milik masyarakat dan pembangunan harus mematuhi aturan yang berlaku.

“Kalau di Bali kan bisa dikuasai, dimiliki lah. Nah, di Jogja tidak bisa, Pantai di Jogja itu tidak bisa, karena pantai adalah milik masyarakat, kalau membangun itu sudah ada aturannya sendiri, mengikuti ukuran sempadan pantai yang ada,” ucapnya.DIY Terbuka untuk Investasi Pariwisata
Meskipun demikian, Mangkubumi menegaskan bahwa Kadin DIY tidak alergi terhadap investor. Ia justru mempersilakan investor masuk, asalkan pembangunan yang dilakukan selaras dengan budaya Jogja.

“Kami itu welcome (terbuka) untuk investor di bidang pariwisata umumnya, karena memang Jogja ini selain pendidikan juga pariwisata dan banyak sekali kawasan-kawasan yang memang belum dibuka,” ujarnya.

“Monggo, kita welcome, tapi tentunya kembali lagi bahwa pembangunan ataupun masuk ke Jogja ini ya ayo mengikuti karakter dan budaya yang ada di Jogja. Jogja ojo di-Bali-kan lah, gitu,” lanjut Mangkubumi.Mangkubumi menekankan pentingnya kerjasama antara investor dan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata, mengingat banyaknya pelaku UMKM di sepanjang pantai.

“Nah, teman-teman kabupaten yang memiliki wilayah pantai monggo lah kita bersama-sama menjaga, kita welcome terhadap investor. Tapi juga kita selaku tuan rumah kita yang punya kewenangan memilih dan memilah,” katanya.

“Dan tentunya dalam memilih dan memilah itu kita harus bisa memahami investor yang masuk itu bersama-sama membangun ekonomi untuk DIY, tapi juga bersama-sama dengan masyarakat sekitarnya,” imbuh Mangkubumi.

 

Berita Terkait

Pimpin Apel HSN di Riau, Gus Muhaimin Bidik Santri Jadi Jawaban atas Krisis Bangsa
KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun
Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata
Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT
Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK
Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi
Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH
Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20