DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Gempuran Produk Impor dan Persaingan Digital

- Pewarta

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAkarta,- Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKB, Eva Monalisa, mendesak pemerintah memperkuat perlindungan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari praktik persaingan usaha tidak sehat. Langkah ini dinilai mendesak guna membendung gempuran produk impor ilegal serta persaingan ketat di platform perdagangan digital.

“Bagaimana pemerintah memastikan pengawasan terhadap barang impor yang tidak memenuhi ketentuan serta perdagangan digital berjalan efektif? Termasuk bagaimana mekanisme pengaduannya agar mudah digunakan UMKM,” ujar Eva saat RDPU Panja Komisi VII DPR RI bersama HIPMI dan HIPMIKIMDO di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Eva menekankan bahwa intervensi pemerintah terhadap UMKM tidak boleh sebatas memberikan kemudahan akses permodalan dan pinjaman bank. Pengawasan pasar domestik harus diperketat agar produk lokal memiliki ruang tumbuh dan bersaing secara adil di negeri sendiri.

“UMKM kita saat ini tidak hanya berhadapan dengan sesama pelaku usaha dalam negeri, tetapi juga produk impor. Di sisi lain, persoalan pemasaran masih menjadi kendala besar bagi banyak UMKM,” katanya.

Legislator PKB tersebut membeberkan realita di lapangan di mana banyak unit usaha kecil di daerah mengalami kondisi mati suri. Ketiadaan akses pasar yang adil membuat pendapatan pengusaha kecil hanya cukup untuk bertahan hidup tanpa ada kemampuan memperbesar skala bisnis.

“Di banyak wilayah, masih ada UMKM yang kondisinya mati suri. Usahanya tetap berjalan, tetapi hasilnya hanya cukup untuk makan sehari-hari sehingga mereka tidak punya ruang untuk berkembang,” ungkap Eva.

Guna mengatasi persoalan tersebut, ia meminta kementerian terkait menerapkan strategi pendampingan terpadu dari hulu hingga hilir. Pembinaan produk, standarisasi kualitas, pemanfaatan teknologi, hingga strategi pemasaran digital harus diberikan secara terintegrasi.

“UMKM membutuhkan pendampingan dari hulu sampai hilir, mulai dari pengembangan produk, pemasaran, hingga pembiayaan. Ketiga aspek ini merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,” tegasnya.

Eva juga mendorong pemerintah menyediakan layanan pengaduan khusus yang responsif dan mudah dijangkau oleh para pengusaha kecil di daerah. Saluran pengaduan tersebut penting agar pelaku UMKM dapat melaporkan indikasi masuknya barang impor ilegal atau kecurangan di platform e-commerce secara cepat.

“Jangan sampai UMKM diminta bersaing, tetapi ketika menghadapi praktik perdagangan tidak sehat, mereka tidak tahu harus mengadu ke mana. Mekanisme pengaduan harus sederhana dan ada tindak lanjut jelas,” tutur politikus PKB tersebut.

Berita Terkait

Solusi Baitullah Indonesia Soroti Pentingnya Perlindungan Jemaah dan Penataan Pemasaran Umrah
Hanan A. Rozak Apresiasi Arah Kebijakan Pertanian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Capaian Baik Harus Diikuti Kesejahteraan Petani
TNI akan tindak lanjuti informasi KPK soal dua prajurit terlibat kasus BNPB
DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak
KPK panggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai sebagai saksi
DPR Setujui Komjen Suyudi Jadi Kapolri, Dilantik Siang Ini
Komisi II DPR RI Dukung Ombudsman Awasi Kasus Lapas Cibinong
Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Komisi XIII Minta Kalapas Diseleksi Ketat

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20