Bukan Sekadar Meditasi, Guru Sabdo Roso Kembangkan Nafas Batin sebagai Ruang Belajar Olah Rasa

- Pewarta

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terassenayan.com, Kediri — Di tengah kehidupan yang serba cepat, Abdul Latif yang dikenal publik sebagai Guru Sabdo Roso mengenalkan kembali konsep Jawa Neng, Ning, Nung, Nang melalui ekosistem Nafas Batin. Empat istilah tersebut digunakannya sebagai gambaran proses batin: dari hening, menuju kejernihan, keteguhan dalam laku, hingga kemenangan atas diri sendiri.

Neng: Berhenti dari Kebisingan

Menurut Guru Sabdo Roso, Neng dimaknai sebagai hening atau berhenti sejenak dari kebisingan, baik yang datang dari luar maupun dari pikiran sendiri. Hening tidak dipahami sebagai menjauh dari kehidupan, tetapi memberi ruang agar seseorang dapat melihat keadaan dirinya sebelum bereaksi.

Ning: Kejernihan yang Lahir dari Hening

Dari Neng kemudian lahir Ning, yakni kejernihan. Pada tahap ini seseorang belajar membedakan apa yang benar-benar muncul dari pengamatan yang jernih dengan dorongan sesaat yang bercampur ketakutan, prasangka, keinginan, atau ego.

Nung: Kejernihan Menjadi Keteguhan dalam Laku

Kejernihan yang terus dilatih berkembang menjadi Nung. Guru Sabdo Roso memaknainya sebagai keteguhan dalam laku, sehingga seseorang tidak mudah berubah arah hanya karena tekanan keadaan, emosi, atau keinginan sesaat.

Nang: Menang atas Diri Sendiri

Sedangkan Nang dimaknai sebagai kemenangan batin atas diri sendiri. Kemenangan yang dimaksud bukan mengalahkan orang lain, tetapi semakin mampu mengelola amarah, ketakutan, keinginan berlebihan, dan ego yang dapat mengaburkan kejernihan.

“Nang bukan berarti menang terhadap orang lain. Yang lebih penting adalah mampu menang terhadap amarah, ketakutan, keinginan berlebihan, dan ego yang membuat kita kehilangan kejernihan.”

Dikembangkan melalui Nafas Batin

Konsep tersebut menjadi bagian dari materi yang dikembangkan melalui Nafas Batin, ekosistem pembelajaran yang dirintis dari Kediri. Nafas Batin memadukan olah napas, meditasi, olah rasa, piwulang Jawa, komunitas, pendampingan, pembelajaran digital, dan aplikasi.

Guru Sabdo Roso menempatkan teknologi sebagai sarana, bukan tujuan. Menurutnya, aplikasi dan materi digital dapat memudahkan akses terhadap pembelajaran, tetapi proses mengenali diri tetap membutuhkan latihan yang dijalani secara nyata.

“Teknologi hanyalah wadah. Pengetahuan bisa kita baca melalui layar, tetapi kejernihan tetap harus dilatih dari dalam diri dan dibuktikan dalam kehidupan sehari-hari.”

Melalui pendekatan tersebut, Abdul Latif berharap piwulang dan kearifan Jawa dapat tetap dipelajari oleh generasi sekarang tanpa kehilangan inti utamanya: hening, eling, kejernihan, keteguhan, dan tanggung jawab terhadap kehidupan.

Berita Terkait

Solusi Baitullah Indonesia Soroti Pentingnya Perlindungan Jemaah dan Penataan Pemasaran Umrah
Hanan A. Rozak Apresiasi Arah Kebijakan Pertanian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Capaian Baik Harus Diikuti Kesejahteraan Petani
TNI akan tindak lanjuti informasi KPK soal dua prajurit terlibat kasus BNPB
DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak
KPK panggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai sebagai saksi
DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Gempuran Produk Impor dan Persaingan Digital
DPR Setujui Komjen Suyudi Jadi Kapolri, Dilantik Siang Ini
Komisi II DPR RI Dukung Ombudsman Awasi Kasus Lapas Cibinong

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20