Meluruskan Narasi 8 Tuntutan Aksi Mahasiswa: Komitmen Penuh Pemerintahan Prabowo Menuju Indonesia Emas yang Berkeadilan dan Merakyat

- Pewarta

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Sukarya Putra / Sekjen PASPROBO

 

Kami dari Dewan Pimpinan Pusat Pasukan Prabowo (DPP PASPROBO) memandang perlu untuk meluruskan gelombang opini keliru yang sengaja diembuskan oleh segelintir kelompok, termasuk aksi yang digalang oleh BEM Universitas Indonesia. Sebagai elemen bangsa yang mengawal jalannya roda pemerintahan, kami menegaskan dengan penuh keyakinan bahwa tidak ada satu pun kebijakan maupun program strategis dari Presiden Prabowo Subianto yang tidak berorientasi pada kepentingan rakyat kecil. Menuduh negara melakukan penjajahan atas rakyat sendiri atau menutup mata terhadap upaya sistematis pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan sosial adalah bentuk lompatan logika yang tidak adil dan jauh dari realitas objektif di lapangan.

Argumen yang menuntut penghentian program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) justru sangat mencederai kebutuhan mendasar jutaan anak sekolah dan masyarakat perdesaan. Program Makan Bergizi Gratis bukanlah pemborosan anggaran, melainkan sebuah investasi kemanusiaan jangka panjang yang paling konkret untuk memotong rantai stunting, memperbaiki kualitas sumber daya manusia, sekaligus menggerakkan ekonomi riil berbasis bahan pangan lokal di setiap daerah.

Begitu pula dengan Koperasi Desa Merah Putih yang justru menjadi pilar utama guna memastikan kedaulatan pangan, memperkuat posisi tawar petani, dan membebaskan desa dari jerat tengkulak yang selama ini menyengsarakan masyarakat bawah.Pemerintah juga terus membuktikan komitmennya dalam menjaga stabilitas daya beli masyarakat melalui kendali ketat terhadap harga kebutuhan pokok dan BBM, di tengah ancaman krisis geopolitik global yang tidak menentu.

Kebijakan fiskal ekspansif dan optimalisasi Proyek Strategis Nasional (PSN) dirancang bukan untuk segelintir elite, melainkan untuk membangun konektivitas, membuka lapangan kerja massal, serta meletakkan fondasi ekonomi yang kuat agar Indonesia mampu tumbuh mandiri tanpa ketergantungan asing. Menolak kelanjutan PSN sama saja dengan menghentikan lompatan kemajuan infrastruktur yang saat ini justru sangat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat di berbagai pelosok nusantara.Mengenai aspek keamanan dan pembangunan di daerah, tuduhan bahwa terjadi militerisasi sipil melalui pembentukan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (YON TP) adalah kesalahpahaman yang sangat mendasar.

Kehadiran YON TP di bawah visi Presiden Prabowo justru mengintegrasikan kekuatan pertahanan dengan aksi nyata ketahanan pangan, pertanian, dan penanggulangan dampak bencana alam. TNI kini hadir bukan untuk menindas, melainkan bahu-membahu bersama rakyat sipil guna mengoptimalkan lahan produktif demi swasembada pangan nasional. Hubungan pusat dan daerah pun tetap harmonis melalui otonomi yang terukur guna menjamin pemerataan pembangunan yang berkeadilan, tanpa meninggalkan tanggung jawab negara dalam pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatra maupun Flores.

DPP PASPROBO mengajak seluruh lapisan mahasiswa dan elemen masyarakat untuk berpikir lebih jernih, konstruktif, dan objektif dalam melihat kesungguhan pemerintah yang bekerja siang malam demi kedaulatan serta kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Berita Terkait

Bahlil, AMPI dan Komitmen Kerakyatan yang Manusiawi
Pemilu Harus Dipisah
Dari Kemerdekaan menuju Kemakmuran Rakyat
Presiden Prabowo Buktikan Turunkan Pengangguran Lewat MBG & KDMP
Mengapa Fisika Menjadi Alat Bedah Perjalanan Bahlil Lahadalia?
Dari Stabilitas Menuju Produktivitas: Mengunci Transformasi Ekonomi Indonesia
Pembangunan Sekolah Rakyat: Upaya Presiden Prabowo Melakukan Pemerataan Sekolah Unggulan di Semua Daerah Demi Memperkuat Daya Saing dan Kecerdasan Anak Desa
Strategi Akselerasi Gas Bumi: Kompas Kemandirian Energi dan Pilar Pertumbuhan Ekonomi Era Prabowo

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 14:10

Korupsi nikel Kejagung sita Rp401 miliar dari PT CNI

Selasa, 1 September 2026 - 14:05

KPK sita rumah anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy di Jakarta Selatan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:57

Badan Pemeriksa Keuangan catat Rp2,17 miliar harus dipulihkan Pemerintah Kabupaten Banggai

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:13

KPK panggil lima ASN BPK Jadi Saksi, usai geledah rumah anggota BPK Bobby Rizaldi

Senin, 13 Juli 2026 - 11:49

Imigrasi cegah eks Jampidsus keluar negeri usai ditetapkan tersangka

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:08

Tim Anggaran Kabupaten Bekasi tindak lanjuti opini hasil audit BPK RI

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:00

MK Tolak Permohonan Anggota PBB atas UU Partai Politik

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:57

Hery Susanto Jalani Sidang Perdana Kasus Nikel Pekan Depan

Berita Terbaru

Opini

Bahlil, AMPI dan Komitmen Kerakyatan yang Manusiawi

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:36