Blokir Barcode Subsidi BBM, DPR RI Minta Transparansi Komunikasi Pemerintah

- Pewarta

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Pemblokiran sepihak barcode subsidi BBM mendadak melumpuhkan rantai logistik dan industri kecil daerah. Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini langsung mencecar Menteri Perindustrian dalam Rapat Kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (8/6/2026). Ia mendesak negara segera menghadirkan komunikasi yang transparan.

Menurut Novita, ratusan pelaku usaha tiba-tiba kehilangan akses bahan bakar tanpa peringatan awal. Hal ini bisa menyebabkan kebangkrutan massal bagi Usaha Mikro Kecil Menangah (UMKM). Menyoal hal ini, ia menyayangkan buntunya koordinasi Kementerian Perindustrian, Kementerian ESDM, dan PT Pertamina. “Jangan sampai pelaku industri menjadi korban dari ego sektoral antar lembaga. Negara harus hadir dengan kebijakan yang terkoordinasi, jelas, dan memberikan kepastian bagi dunia usaha,” ucapnya dikutip dari laman dpr.go.id, Senin (8/6/2026).

Ancaman Rantai Pasok

Menurut legislator asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VII itu, pencabutan hak subsidi tanpa penjelasan detail dapat menghancurkan hitungan biaya produksi industri skala rumah tangga. “Di lapangan banyak pelaku usaha yang tiba-tiba kehilangan akses terhadap BBM bersubsidi karena barcode mereka diblokir. Ini bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi menyangkut keberlangsungan usaha dan aktivitas ekonomi rakyat,” tegas Novita.

Bagi politisi fraksi PDI Perjuangan ini, negara berutang penjelasan resmi kepada korban aturan sepihak. Sinkronisasi panduan lintas kementerian harus segera dieksekusi demi menutup celah kerugian publik yang membesar. Dalam konteks ini, kegagalan merajut strategi komunikasi antarlembaga akan mengancam stabilitas produksi barang esensial skala nasional.

Berita Terkait

Solusi Baitullah Indonesia Soroti Pentingnya Perlindungan Jemaah dan Penataan Pemasaran Umrah
Hanan A. Rozak Apresiasi Arah Kebijakan Pertanian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Capaian Baik Harus Diikuti Kesejahteraan Petani
TNI akan tindak lanjuti informasi KPK soal dua prajurit terlibat kasus BNPB
DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak
KPK panggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai sebagai saksi
DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Gempuran Produk Impor dan Persaingan Digital
DPR Setujui Komjen Suyudi Jadi Kapolri, Dilantik Siang Ini
Komisi II DPR RI Dukung Ombudsman Awasi Kasus Lapas Cibinong

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20