TerasSenayan.com | Bojonegoro – Konferensi Cabang (Konfercab) IV Serikat Buruh Muslimin Indonesia (Sarbumusi) Nahdlatul Ulama Kabupaten Bojonegoro menetapkan Amrozi, SH kembali sebagai Ketua DPC Sarbumusi NU Bojonegoro untuk masa khidmat 2026–2031.
Agenda konferensi yang digelar di Aula Meeting Room Rusunawa PCNU Bojonegoro, Selasa (17/03/2026), berlangsung dengan suasana tertib dan penuh musyawarah. Dalam sidang pleno, Amrozi yang merupakan ketua periode 2020–2025 itu terpilih secara aklamasi setelah memperoleh dukungan penuh dari peserta konferensi.
Keputusan aklamasi tersebut diambil setelah forum memberikan kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pandangan umum dan usulan calon ketua. Namun, mayoritas perwakilan yang hadir menyatakan dukungan terhadap Amrozi untuk melanjutkan kepemimpinannya.
Komitmen Lanjutkan Program Strategis
Dalam sambutan pasca-terpilih, Amrozi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepadanya. Ia menegaskan kesiapannya mengemban amanah organisasi untuk lima tahun ke depan.
“Terima kasih atas kepercayaan rekan-rekan. Fokus kami ke depan adalah akselerasi program-program utama yang lebih menyentuh persoalan buruh di lapangan. Saya berkomitmen untuk membesarkan marwah Sarbumusi sebagai benteng perlindungan pekerja di Bojonegoro,” ujar Amrozi.
Pria yang berprofesi sebagai advokat tersebut menyebut, sejumlah program strategis telah dirancang, di antaranya penguatan advokasi hukum bagi pekerja, peningkatan kapasitas kader serikat, serta memperluas jaringan kemitraan dengan pemerintah daerah dan dunia usaha.
Menurutnya, tantangan ketenagakerjaan ke depan semakin kompleks, mulai dari isu perlindungan upah, jaminan sosial, hingga kepastian hubungan kerja. Karena itu, Sarbumusi perlu hadir tidak hanya sebagai organisasi perjuangan, tetapi juga sebagai mitra dialog yang konstruktif.
Mandat Formatur Dua Pekan
Sesuai ketetapan hasil sidang pleno Konfercab IV, tim formatur yang dipimpin Amrozi diberikan mandat selama dua minggu untuk menyusun dan melengkapi struktur kepengurusan DPC Sarbumusi NU Bojonegoro periode 2026–2031.
Struktur kepengurusan yang baru diharapkan mampu merepresentasikan keterwakilan sektor-sektor pekerja di Bojonegoro serta memperkuat soliditas internal organisasi.
Handoko, yang turut mendampingi dalam forum konferensi, menyampaikan harapan agar kepengurusan mendatang lebih adaptif terhadap dinamika ketenagakerjaan, khususnya di tengah perkembangan sektor industri dan jasa di Bojonegoro.
Dinilai Jaga Stabilitas Organisasi
Sejumlah peserta konferensi menilai terpilihnya kembali Amrozi secara aklamasi mencerminkan stabilitas organisasi. Selama periode sebelumnya, ia dinilai aktif dalam pendampingan kasus-kasus ketenagakerjaan serta mendorong konsolidasi internal Sarbumusi di tingkat basis.
Latar belakangnya sebagai praktisi hukum juga dianggap menjadi nilai tambah dalam memberikan perlindungan hukum bagi anggota, terutama dalam menghadapi persoalan perselisihan hubungan industrial.
Meski demikian, beberapa peserta juga berharap kepemimpinan periode kedua ini mampu lebih progresif dalam memperluas keanggotaan dan memperkuat posisi tawar buruh di hadapan perusahaan maupun dalam forum-forum kebijakan publik.
Harapan Kolaborasi dengan Pemangku Kepentingan
Konfercab IV ini juga menjadi momentum evaluasi kinerja organisasi sekaligus perumusan rekomendasi strategis untuk lima tahun ke depan. Sarbumusi NU Bojonegoro diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, DPRD, serta instansi terkait dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada pekerja.
Dengan terpilihnya kembali Amrozi, Sarbumusi NU Bojonegoro diharapkan mampu menjaga konsistensi perjuangan sekaligus bertransformasi menjadi organisasi buruh yang responsif, profesional, dan tetap berlandaskan nilai-nilai ke-NU-an.
Konfercab IV ditutup dengan doa dan komitmen bersama untuk memperkuat solidaritas organisasi demi kesejahteraan pekerja di Bojonegoro.
Editor: jalal




















