Gus Yusuf Mundur dari PKB Jateng, Sinyal Regenerasi dan Konsolidasi Basis NU

- Pewarta

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Magelang – KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf resmi mengakhiri jabatannya sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah dan menyatakan off dari kepengurusan periode 2026–2031. Keputusan tersebut, menurutnya, bukan diambil secara tiba-tiba, melainkan melalui komunikasi intensif dengan DPP.

“Saya tahun-tahun ini diminta untuk konsentrasi ke pesantren. Saat ini sedang banyak program di pesantren. Maka saya off dari PKB,” ujar Gus Yusuf.

Ia mengungkapkan bahwa Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sempat memintanya tetap memimpin DPW Jateng. Namun, ia menilai regenerasi adalah keniscayaan organisasi.

“Terus terang Cak Imin sempat nggondeli. Saya berterima kasih atas amanahnya. Tapi, roda organisasi harus tetap berjalan,” katanya.

Secara politik, mundurnya Gus Yusuf menjadi momentum penting bagi PKB Jawa Tengah. Ia memimpin sejak 2012, menjadikannya salah satu figur sentral dalam konsolidasi basis pesantren dan warga NU di provinsi tersebut. Keputusan untuk menyerahkan estafet kepemimpinan disebutnya sebagai bagian dari proses kaderisasi.

“Saya menyatakan off, saya serahkan kepengurusan yang baru ini ke generasi yang baru,” tegasnya.

Meski tak lagi menjabat secara struktural, Gus Yusuf memastikan dirinya tidak sepenuhnya meninggalkan dinamika partai. “Sebagai warga NU, saya tetap akan mengawal perkembangan PKB dari luar,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan tantangan besar yang menanti kepengurusan baru. Selain menjaga soliditas internal dan basis tradisional pesantren, PKB harus mulai serius menggarap pemilih muda.

“Seperti Gen Z, milenial, ini yang akan menjadi pertarungan partai-partai. Karena besok 60 persen pemilih itu Gen Z,” kata Gus Yusuf.

Menurutnya, kekuatan PKB di Jawa Tengah sebenarnya cukup besar dari sisi sumber daya manusia. “Jateng memiliki potensi SDM PKB yang banyak. Tinggal kita munculkan saja,” tambahnya.

Dengan telah dilantiknya kepengurusan baru oleh DPP pada 29 Januari 2026, PKB Jawa Tengah kini memasuki fase transisi. Tantangannya bukan hanya menjaga basis ideologis di akar rumput, tetapi juga beradaptasi dengan perubahan demografi pemilih menuju kontestasi politik mendatang.

Berita Terkait

Pimpin Apel HSN di Riau, Gus Muhaimin Bidik Santri Jadi Jawaban atas Krisis Bangsa
KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun
Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata
Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT
Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK
Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi
Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH
Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20