Tegal – Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan di kawasan objek wisata Guci menyusul peristiwa banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (24/01).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M Afifudin, mengatakan penetapan status tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan penanganan dampak kerusakan bangunan dan fasilitas umum di kawasan wisata Guci.
“Tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak. Namun, sejumlah fasilitas objek wisata mengalami kerusakan dan tiga jembatan dilaporkan hilang. Oleh karena itu, status tanggap darurat kami tetapkan selama 14 hari ke depan,” kata Afifudin saat dihubungi di Tegal, Sabtu.
Ia menjelaskan, fasilitas wisata yang rusak dan tertutup material banjir meliputi Pancuran 13, Pancuran 5, serta Pemandian Air Panas Guci. Sementara tiga jembatan yang hilang masing-masing berada di dalam kawasan objek wisata dan satu jembatan penghubung wilayah Siramp–Bumijawa.
Baca Juga : Menpar: Kunjungan Wisman 2025 Tembus 15,3 Juta, Lampaui Target Nasional
Meski curah hujan masih mengguyur kawasan tersebut, Afifudin memastikan debit Sungai Gung yang melintasi objek wisata Guci terpantau dalam kondisi normal.
Akibat timbunan material berupa pasir dan batu, sejumlah objek wisata tersebut untuk sementara ditutup total demi keselamatan pengunjung.
Sebagai bagian dari penanganan darurat, BPBD Kabupaten Tegal juga akan melakukan penataan ulang kawasan wisata Guci agar lebih aman pascabencana. Pembangunan kembali jembatan direncanakan setelah puncak musim hujan berakhir.
“Jembatan akan dibangun kembali setelah puncak hujan selesai atau sekitar pertengahan Februari 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tegal telah menginstruksikan Camat Bojong dan Bumijawa untuk mengarahkan masyarakat menggunakan jalur alternatif karena jembatan yang terdampak masih belum dapat dilalui.
Baca Juga : Pidato di WEF, Presiden Prabowo Sampaikan Soal Kaum Miskin yang Tertawa
Afifudin menambahkan, sebanyak 11 titik longsor yang terjadi di wilayah Siramp dan Bumijawa hingga perbatasan Kabupaten Brebes kini telah dapat dilalui kendaraan. Material longsor berhasil dibersihkan oleh BPBD, Polri, dan relawan sekitar pukul 13.30 WIB.




















