Pemkab Tegal Tetapkan Tanggap Darurat 14 Hari Pasca Banjir Bandang Guci

- Pewarta

Sabtu, 24 Januari 2026 - 23:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tegal – Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan di kawasan objek wisata Guci menyusul peristiwa banjir bandang yang terjadi pada Sabtu (24/01).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, M Afifudin, mengatakan penetapan status tersebut dilakukan sebagai langkah percepatan penanganan dampak kerusakan bangunan dan fasilitas umum di kawasan wisata Guci.

“Tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak. Namun, sejumlah fasilitas objek wisata mengalami kerusakan dan tiga jembatan dilaporkan hilang. Oleh karena itu, status tanggap darurat kami tetapkan selama 14 hari ke depan,” kata Afifudin saat dihubungi di Tegal, Sabtu.

Ia menjelaskan, fasilitas wisata yang rusak dan tertutup material banjir meliputi Pancuran 13, Pancuran 5, serta Pemandian Air Panas Guci. Sementara tiga jembatan yang hilang masing-masing berada di dalam kawasan objek wisata dan satu jembatan penghubung wilayah Siramp–Bumijawa.

Baca Juga : Menpar: Kunjungan Wisman 2025 Tembus 15,3 Juta, Lampaui Target Nasional

Meski curah hujan masih mengguyur kawasan tersebut, Afifudin memastikan debit Sungai Gung yang melintasi objek wisata Guci terpantau dalam kondisi normal.

Akibat timbunan material berupa pasir dan batu, sejumlah objek wisata tersebut untuk sementara ditutup total demi keselamatan pengunjung.

Sebagai bagian dari penanganan darurat, BPBD Kabupaten Tegal juga akan melakukan penataan ulang kawasan wisata Guci agar lebih aman pascabencana. Pembangunan kembali jembatan direncanakan setelah puncak musim hujan berakhir.

“Jembatan akan dibangun kembali setelah puncak hujan selesai atau sekitar pertengahan Februari 2026,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tegal telah menginstruksikan Camat Bojong dan Bumijawa untuk mengarahkan masyarakat menggunakan jalur alternatif karena jembatan yang terdampak masih belum dapat dilalui.

Baca Juga : Pidato di WEF, Presiden Prabowo Sampaikan Soal Kaum Miskin yang Tertawa

Afifudin menambahkan, sebanyak 11 titik longsor yang terjadi di wilayah Siramp dan Bumijawa hingga perbatasan Kabupaten Brebes kini telah dapat dilalui kendaraan. Material longsor berhasil dibersihkan oleh BPBD, Polri, dan relawan sekitar pukul 13.30 WIB.

Berita Terkait

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT
Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK
Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi
Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH
Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi
Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor
KPK Temukan 28 Persen indikasi Pungli di SPMN se-Indonesia, Inspektorat Bojonegoro Perketat Pengawasan
Wagub Jambi: Lima Ranperda inisiatif DPRD beri manfaat positif

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 14:10

Korupsi nikel Kejagung sita Rp401 miliar dari PT CNI

Selasa, 1 September 2026 - 14:05

KPK sita rumah anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy di Jakarta Selatan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:57

Badan Pemeriksa Keuangan catat Rp2,17 miliar harus dipulihkan Pemerintah Kabupaten Banggai

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:13

KPK panggil lima ASN BPK Jadi Saksi, usai geledah rumah anggota BPK Bobby Rizaldi

Senin, 13 Juli 2026 - 11:49

Imigrasi cegah eks Jampidsus keluar negeri usai ditetapkan tersangka

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:08

Tim Anggaran Kabupaten Bekasi tindak lanjuti opini hasil audit BPK RI

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:00

MK Tolak Permohonan Anggota PBB atas UU Partai Politik

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:57

Hery Susanto Jalani Sidang Perdana Kasus Nikel Pekan Depan

Berita Terbaru

Opini

Bahlil, AMPI dan Komitmen Kerakyatan yang Manusiawi

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:36