Komisi II: Penyaluran Anggaran Karhutla Rp 760 Miliar Harus Transparan dan Tepat Sasaran

- Pewarta

Jumat, 18 September 2026 - 14:33

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKB, Eka Widodo, meminta pemerintah daerah (pemda) segera memanfaatkan dukungan anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah disalurkan pemerintah pusat. Penggunaan anggaran harus transparan dan tepat sasaran.

Pernyataan tersebut disampaikan Eka Widodo merespons keterangan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian yang menyebut pemerintah pusat telah menyalurkan dukungan anggaran sebesar Rp760 miliar kepada tujuh provinsi dan 35 kabupaten/kota terdampak karhutla. Besaran dukungan kepada masing-masing daerah disesuaikan dengan tingkat keparahan dampak bencana.

Menurut Edo, sapaan akrab Eka Widodo, anggaran tersebut harus segera diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan, mulai dari pemadaman, penyediaan kebutuhan operasional, mobilisasi masyarakat dan relawan, hingga penguatan upaya pencegahan munculnya titik api baru.

“Pemda harus bergerak cepat. Anggaran yang sudah disalurkan pemerintah pusat jangan sampai mengendap atau terlambat digunakan, sementara masyarakat masih menghadapi dampak karhutla,” kata Edo dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

Dia menegaskan, kecepatan penanganan bencana harus tetap berjalan beriringan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan ketepatan sasaran. Menurutnya, anggaran kebencanaan merupakan uang negara yang penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

“Jangan sampai karena alasan percepatan kemudian aspek akuntabilitas diabaikan. Cepat itu penting, tetapi harus tetap transparan dan tepat sasaran. Jangan sampai ada penyimpangan atau penyalahgunaan anggaran di tingkat pelaksana,” tegasnya.

Edo juga meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat fungsi pengawasan dan pendampingan terhadap pemerintah daerah penerima anggaran. Pengawasan tersebut diperlukan untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar digunakan untuk kebutuhan penanganan karhutla.

“Karena ini melibatkan anggaran yang cukup besar, Kemendagri harus melakukan pengawasan secara serius. Jangan hanya memastikan anggaran cepat tersalurkan, tetapi juga harus memastikan penggunaannya benar, sesuai peruntukan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain penanganan kebakaran yang telah terjadi, Edo meminta pemerintah daerah tidak mengabaikan aspek pencegahan. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh hanya bersifat reaktif ketika titik api sudah muncul.

“Yang tidak kalah penting adalah pencegahan. Pemerintah daerah harus memperkuat patroli, edukasi masyarakat, koordinasi lintas sektor, serta pengawasan terhadap wilayah yang rawan terbakar. Jangan sampai kita terus mengeluarkan anggaran untuk memadamkan api, tetapi pencegahannya tidak diperkuat,” tegasnya.

Berita Terkait

Komisi II DPR RI Dukung Ombudsman Awasi Kasus Lapas Cibinong
Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Komisi XIII Minta Kalapas Diseleksi Ketat
Saiful Chaniago Menilai 2 Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Memastikan Indonesia Menjadi Lebih Berintegritas
Kemendikdasmen di Bawah Prof. Abdul Mu’ti Didorong Konsisten Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Atasi Tumpang Tindih Lahan Petani, PKB Minta RUU Reforma Agraria Bentuk Badan Khusus Presiden
Asrama Santri Terdampak Bencana, PKB Minta Rusunawa Pesantren di Aceh Diperbanyak
RDP Komisi II DPR RI, Surya paparkan strategi optimalisasi BMD dan aset BUMD
Mendes: Dana desa bisa digunakan untuk iuran BPJS TK pekerja rentan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Senin, 8 Juni 2026 - 11:57

KPK Temukan 28 Persen indikasi Pungli di SPMN se-Indonesia, Inspektorat Bojonegoro Perketat Pengawasan

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:56

Wagub Jambi: Lima Ranperda inisiatif DPRD beri manfaat positif

Berita Terbaru