Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

- Pewarta

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Palu,- Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid meninjau langsung lokasi terdampak gempa bumi di lima desa di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu.

“Kami baru saja rapat dengan seluruh kepala desa. Masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah. Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak,” katanya.

Rombongan melakukan peninjauan lapangan sekaligus rapat bersama para kepala desa guna mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat terdampak. Kelima desa tersebut yakni Desa Bulili, Desa Sopu, Desa Kadidia, Kamarora A, dan Kamarora B.

Berdasarkan hasil pertemuan, kebutuhan mendesak warga saat ini adalah air bersih, terpal atau tenda darurat, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan bagi anak-anak. Kebutuhan air bersih menjadi prioritas karena sejumlah sumber air warga tertutup material longsor pascagempa.

Dari lima desa terdampak, Kamarora B menjadi wilayah yang mengalami dampak paling signifikan. Trauma akibat gempa masih dirasakan warga, bahkan terdapat seorang ibu yang terpaksa melahirkan di tenda darurat karena masih dibayangi trauma bencana gempa besar tahun 2018.

Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera menyalurkan 550 unit tenda terpal yang jumlahnya melebihi kebutuhan saat ini sebagai langkah antisipasi jika terjadi perkembangan situasi. Selain itu, bantuan selimut dan tenda portable juga akan didistribusikan kepada masyarakat terdampak.

Pemerintah Provinsi juga menyalurkan sekitar 650 paket sembako untuk warga terdampak. Data sementara menunjukkan sekitar 550 kepala keluarga mengalami dampak pada tempat tinggal mereka. Sebagian besar warga memilih tetap berada di sekitar rumah masing-masing dan tidak mengungsi secara kolektif untuk menjaga keamanan harta benda mereka.

Pemerintah juga tengah melakukan asesmen terhadap rumah-rumah warga untuk menentukan tingkat kerusakan, baik rusak ringan maupun rusak berat. Hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Gubernur mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, namun tidak panik. Berdasarkan informasi dari BMKG, intensitas gempa susulan menunjukkan tren melemah dibandingkan saat awal kejadian.

“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan situasi saat beraktivitas. Namun tidak perlu panik karena berdasarkan informasi BMKG, gempa susulan semakin melemah dan mudah-mudahan segera berakhir,” katanya.

Berita Terkait

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor
KPK Temukan 28 Persen indikasi Pungli di SPMN se-Indonesia, Inspektorat Bojonegoro Perketat Pengawasan
Wagub Jambi: Lima Ranperda inisiatif DPRD beri manfaat positif
Wali Kota Kupang Hadiri Peringatan HLUN 2026 Bersama Mensos RI
Relawan Ahmad Irawan Tabur Benih Ikan di Aliran Sungai Kecamatan Ampelgading
Polisi Jambi gagalkan pengiriman 2,3 kg emas ilegal ke luar provinsi
Sekda Sulsel sebut rekomendasi BPK jadi acuan tata kelola pemda
UIN STS Jambi Matangkan Persiapan Kurban Idul Adha 1447 H, WR II Pimpin Rapat Koordinasi

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:03

Reformasi Tata Kelola Tambang dalam Perspektif IRT

Senin, 6 April 2026 - 12:04

KESEMPATAN KEDUA INDONESIA

Sabtu, 7 Februari 2026 - 12:46

PNBP Melampaui Target, Tax Ratio 9,31%: Alarm Keras untuk Transformasi Fiskal 2026

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:20

Optimisme, Kredibilitas, dan Batas Rasional Komunikasi Kebijakan Ekonomi

Minggu, 1 Februari 2026 - 21:04

Baterai Karawang: Fondasi Kedaulatan Energi Nasional

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:13

Indonesia Butuh Demokrasi yang Bekerja, Bukan Sekadar Memilih

Senin, 19 Januari 2026 - 05:48

Koalisi, Produktivitas, dan Jalan Keluar dari Middle-Income Trap

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:40

Ekonomi Pesantren sebagai Proyek Strategis Nasional

Berita Terbaru