Menteri LH ingatkan pembangunan tanggul laut sia-sia tanpa perubahan perilaku di darat

- Pewarta

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat mengatakan pembangunan tanggul laut raksasa untuk mencegah erosi dan kerusakan akibat gelombang.di pesisir utara Pulau Jawa akan sia-sia jika tidak diimbangi dengan perubahan perilaku di wilayah darat.

“Kalau tidak ada perubahan perilaku, misalnya tidak mengelola air tanah, maka tanggul justru akan ikut tenggelam sekalian,” kata Menteri LH Jumhur Hidayat saat memberi kuliah umum di Universitas Sultan Agung Semarang, Jawa Tengah, Selasa.

Ia menuturkan tanggul laut raksasa penting, namun bukan satu-satunya solusi menanggulangi ancaman erosi dan kerusakan akibat gelombang laut.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, akan diterbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup yang mengatur tentang bertanam air. “Aturan tentang bagaimana ekstraksi air tanah. Bagaimana mengembalikan air yang diambil ke dalam tanah,” kata Jumhur Hidayat.

Menurut dia, aturan tersebut akan mengatur tentang kewajiban bagaimana upaya mengembalikan air yang diambil bisa kembali ke dalam tanah. Selain itu ia mendorong restorasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove.

Jumhur Hidayat menuturkan kinerja tanggul laut harus digabungkan dengan keberadaan tanaman mangrove. “Mangrove bisa bekerja melampau kemampuan beton. Selain itu juga memberi habitat bagi ikan,” katanya.

Hal lain yang tidak kalah penting, menurut dia, kebijakan adaptif tersebut jangan menjadi mal-adaptif yang memiskinkan manusia di sekitarnya.

“Pastikan kebijakan ini melalui kajian. Selain itu penerimaan sosial menjadi syarat mutlak,” kata Menteri LH Jumhur Hidayat.

Berita Terkait

Puspoll Indonesia Nilai Reformasi BGN Penting untuk Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Program MBG
Harga emas di Pegadaian serentak turun Jumat pagi
KPK geledah kediaman Silmy Karim eks Wamen Imipas
GAKESLAB INDONESIA Peduli Baduy: Wujud Kepedulian Industri Alat Kesehatan Untuk Kesehatan Masyarakat Pedalaman
Prabowo copot Kepala BGN Dadan Hindayana
Riyan Hidayat: BM PAN harus jadi rumah besar pergerakan anak muda
Kasus Hanania Travel Telan Rp12 Miliar, DPR Desak Pembalikkan dana Total Uang Jemaah
Kemnaker fasilitasi 15 skema sertifikasi kompetensi bagi alumni magang

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:23

Puspoll Indonesia Nilai Reformasi BGN Penting untuk Menjaga Kepercayaan Publik terhadap Program MBG

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:49

Harga emas di Pegadaian serentak turun Jumat pagi

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:46

KPK geledah kediaman Silmy Karim eks Wamen Imipas

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:51

GAKESLAB INDONESIA Peduli Baduy: Wujud Kepedulian Industri Alat Kesehatan Untuk Kesehatan Masyarakat Pedalaman

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:16

Menteri LH ingatkan pembangunan tanggul laut sia-sia tanpa perubahan perilaku di darat

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:11

Riyan Hidayat: BM PAN harus jadi rumah besar pergerakan anak muda

Selasa, 2 Juni 2026 - 14:00

Kasus Hanania Travel Telan Rp12 Miliar, DPR Desak Pembalikkan dana Total Uang Jemaah

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:17

Kemnaker fasilitasi 15 skema sertifikasi kompetensi bagi alumni magang

Berita Terbaru

Pekerja menunjukkan emas batangan di Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/9/2025). Pada hari Selasa 2 September 2025 harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang turun Rp 2.000 per gram, dari sebelumnya Rp 2.011.000 per gram menjadi Rp 2.009.000 per gram. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc.

Nasional

Harga emas di Pegadaian serentak turun Jumat pagi

Jumat, 5 Jun 2026 - 14:49

Nasional

KPK geledah kediaman Silmy Karim eks Wamen Imipas

Jumat, 5 Jun 2026 - 14:46