Puspoll Indonesia: Viral Lagu Mas Bahlil Ganteng Tunjukkan Perubahan Cara Publik Membaca Politik

- Pewarta

Senin, 1 Juni 2026 - 20:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Eksekutif Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia), Chamad Hojin

Direktur Eksekutif Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia), Chamad Hojin

Terassenayan.com, Jakarta – Lagu viral “MBG (Mas Bahlil Ganteng)” yang viral di TikTok dan Instagram dinilai bukan sekadar tren hiburan media sosial. Di balik lirik yang ringan dan mudah diingat, fenomena tersebut dianggap menunjukkan perubahan cara publik berinteraksi dengan isu politik dan figur pejabat publik di era digital.

Direktur Eksekutif Pusat Polling Indonesia (Puspoll Indonesia), Chamad Hojin, mengatakan lagu tersebut menarik lantaran lahir dari permainan makna atas akronim Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu istilah yang sebelumnya lebih dikenal sebagai bagian dari diskursus kebijakan publik.

“Kalau dilihat dari perspektif komunikasi, ini bukan cuma soal lagu lucu yang viral. Ada proses ketika publik mengambil narasi yang awalnya serius lalu mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih ringan, lebih menghibur, dan lebih mudah beredar di ruang digital,” kata Hojin saat dimintai tanggapan, Senin(1/6/2026).

Menurut Hojin, fenomena semacam ini cukup lazim dalam budaya digital saat ini. Publik sering menggunakan humor, meme, atau parodi untuk merespons isu-isu politik tanpa harus masuk ke perdebatan yang terlalu serius.

Lebih lanjut, Hojin yang juga praktisi handling krisis menilai lagu MBG memperlihatkan bagaimana humor mulai menjadi salah satu bahasa politik yang paling efektif di media sosial. Kritik, sindiran, hingga dukungan bisa hadir dalam bentuk yang sama dan sulit dibedakan secara tegas.

“Orang sekarang sering menertawakan politik bukan karena tidak peduli, tapi justru karena itu cara mereka berinteraksi dengan isu yang sedang ramai. Humor dan satire membuat jarak antara publik dan kekuasaan terasa lebih cair,” ujarnya.

Menurut dia, lagu tersebut juga menunjukkan bagaimana ruang digital bekerja. Ketika satu konten terus diputar, digunakan ulang, dan muncul berulang kali di linimasa, maka pesan yang dibawanya akan semakin melekat di ingatan publik.

Hojin yang pernah mendalami khusus komunikasi digital di NTU,
menjelaskan dalam studi komunikasi terdapat konsep mere exposure effect, yakni sesuatu yang terus-menerus muncul akan lebih mudah dikenal dan terasa akrab bagi masyarakat. Karena itu, viralitas lagu seperti MBG secara tidak langsung ikut menciptakan eksposur yang besar terhadap figur yang disebut di dalamnya.

“Terlepas dari awalnya dibuat untuk bercanda atau satire, ketika sebuah lagu terus diputar dan digunakan banyak orang, figur yang ada di dalam lagu itu juga ikut mendapatkan perhatian publik. Ini yang membuat batas antara hiburan dan personal branding politik menjadi semakin tipis,” katanya.

Lebih jauh, Hojin melihat fenomena lagu MBG menunjukkan perubahan pola komunikasi politik di Indonesia. Jika dulu kritik lebih banyak muncul lewat tulisan, diskusi publik, atau demonstrasi, kini kritik bisa hadir dalam bentuk lagu, video pendek, hingga konten viral.

Menariknya, kata dia, konten semacam itu tidak selalu berujung pada konflik atau penolakan. Dalam banyak kasus, justru diterima sebagai bagian dari budaya digital yang dinikmati bersama.

“Yang menarik, sesuatu yang mungkin awalnya satire bisa berubah menjadi hiburan massal. Di situlah kita melihat bahwa ruang digital sekarang membuat batas antara kritik, hiburan, dan politik semakin cair,” ujar Hojin.

Menurutnya, fenomena lagu MBG menjadi contoh bagaimana komunikasi politik hari ini tidak lagi hanya berlangsung melalui pidato, konferensi pers, atau media konvensional, tetapi juga melalui konten-konten populer yang hidup di media sosial.

“Politik sekarang juga hidup di TikTok, Instagram, dan berbagai ruang digital lainnya. Karena itu, cara publik memahami figur dan kebijakan juga ikut berubah,” tutupnya.

(*)

Berita Terkait

Pemred Award 2026 Anugerahkan Gavriel Novanto sebagai Tokoh Muda Terbaik Bidang Komunikasi dan Informasi Publik
Pegadaian Kanwil VIII Jakarta 1 Bantu Membangun Sejumlah Fasilitas Penunjang di Desa Wisata Kiarasari ‎
Nobar PKB Meriah! Cak Imin Prediksi Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026
MKD DPR RI Perkuat Sinergi dengan Polri untuk Pengawasan Etik Anggota DPR RI
Sinergi Penegak Hukum Lebih Penting daripada Unjuk Kekuatan di Ruang Publik
DPR RI Dorong Percepatan Perluasan BPJS Ketenagakerjaan Wajib Menyentuh Pekerja Non-Formal, Desa, dan Guru Ngaji
Kekeringan Meluas, Komisi V Minta Pemda Antisipasi Krisis Air Bersih
Jannah Firdaus Travel Tegaskan Legalitas dan Rekam Jejak, Tempuh Jalur Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Senin, 8 Juni 2026 - 11:57

KPK Temukan 28 Persen indikasi Pungli di SPMN se-Indonesia, Inspektorat Bojonegoro Perketat Pengawasan

Rabu, 3 Juni 2026 - 10:56

Wagub Jambi: Lima Ranperda inisiatif DPRD beri manfaat positif

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:53

Wali Kota Kupang Hadiri Peringatan HLUN 2026 Bersama Mensos RI

Selasa, 26 Mei 2026 - 22:38

Relawan Ahmad Irawan Tabur Benih Ikan di Aliran Sungai Kecamatan Ampelgading

Berita Terbaru

Internasional

AS hantam puluhan target militer Iran dekat Hormuz

Rabu, 15 Jul 2026 - 13:01