Jakarta,- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sejumlah wilayah Indonesia di tengah musim kemarau. Berdasarkan data hotspotSiPongi Kementerian Kehutanan, terpantau 172 hotspot di 19 provinsi, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua. Berikut daftar lengkapnya.
Sumatra Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak saat ini, yakni 33 titik, disusul Kalimantan Timur 32 titik dan Kalimantan Tengah 18 titik. Data tersebut menunjukkan sebaran titik panas yang cukup luas, meski hotspot merupakan indikasi dan tidak serta-merta menunjukkan seluruh titik sebagai kebakaran terkonfirmasi.
Di tengah tingginya sebaran hotspot tersebut, sejumlah kebakaran telah terjadi di lapangan. Salah satunya terjadi di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, sejak Jumat (21/8/2026).
Hingga Sabtu (22/8), kebakaran dilaporkan telah membakar sekitar 673,4 hektare kawasan konservasi dan api masih merembet akibat kondisi kering serta angin kencang. Beruntung petugas berhasil menjinakkan api sehingga sekitar pukul 19.30 WIB, kebakaran berhasil dipadamkan.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mewaspadai meluasnya karhutla di sejumlah wilayah. Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bahkan meminta penanganan diperkuat melalui satuan tugas dan koordinasi lintas sektor, menyusul dugaan adanya pembakaran yang dilakukan secara sengaja di sejumlah lokasi.?Daftar Provinsi yang Alami Kebakaran, Sumatra sampai Papua
Dilansir BMKG, deteksi titik panas (hotspot) merupakan salah satu metode yang umum digunakan dalam pemantauan kebakaran hutan dan lahan secara sistematis dan real-time.
Salah satu instrumen yang banyak digunakan adalah Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) yang terpasang pada dua satelit milik NASA, yaitu Terra dan Aqua.
Berikut daftar provinsi yang memiliki hotspot (indikasi kebakaran) dengan kategori “High” selama periode 24 jam terakhir, berdasarkan data di laman SiPongi Kementerian Kehutanan dengan mengacu pada pantauan Satelit NASA-TERRA/AQUA:
1. Sumatra Selatan sebanyak: 33 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Ogan Komering Ilir: 12
Musi Banyuasin: 12
Ogan Komering Ulu Timur: 5
Musi Rawas: 1
Musi Rawas Utara: 2
Muara Enim: 12. Kalimantan Timur sebanyak: 32 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Berau: 22
Kutai Kartanegara: 7
Kutai Timur: 2
Kota Bontang: 1
3. Kalimantan Tengah sebanyak: 18 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Kotawaringin Timur: 9
Kapuas: 8
Kota Palangka Raya: 1
4. Riau sebanyak: 15 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Pelalawan: 10
Indragiri Hilir: 3
Rokan Hulu: 1
Bengkalis: 1
5. Nusa Tenggara Timur sebanyak: 10 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Lembata: 6
Sumba Timur: 2
Kupang: 2
6. Jambi sebanyak: 8 hotspotDengan rincian per kabupaten:
Batanghari: 5
Sarolangun: 3
7. Kalimantan Barat sebanyak: 8 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Ketapang: 8
8. Papua Selatan sebanyak: 7 hotspot
Dengan rincian hotspot per kabupaten:
Merauke: 7
9. Kalimantan Utara sebanyak: 6 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Bulungan: 610. Papua Tengah sebanyak: 6 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Dogiyai: 6
11. Lampung sebanyak: 5 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Lampung Tengah: 2
Mesuji: 1
Tulang Bawang: 1
Tulang Bawang Barat: 1
12. Kalimantan Selatan sebanyak: 4 hotspot
Dengan rincian hotspot per kabupaten:
Hulu Sungai Selatan: 3
Tapin: 1
13. Sulawesi Selatan sebanyak: 3 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Luwu Timur: 2
Bone: 1
14. Sulawesi Tenggara sebanyak: 3 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Konawe Selatan: 2
Konawe: 1
15. Papua Pegunungan sebanyak: 3 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Nduga: 2
Lanny Jaya: 1
16. Sulawesi Tengah sebanyak: 2 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Poso: 1
Banggai: 1
17. Maluku sebanyak: 2 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Buru: 2
18. Sumatra Utara sebanyak: 1 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Padang Lawas Utara: 1
19. Papua Barat sebanyak: 1 hotspot
Dengan rincian per kabupaten:
Fak Fak: 1




















