Negosiasi Gagal, Warga Arab Stres Perang AS-Iran Pecah Lagi

- Pewarta

Senin, 13 April 2026 - 15:53

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,- Negosiasi gencatan senjata untuk perdamaian perang Amerika Serikat (AS) dan Iran gagal. Baik Iran maupun AS sepertinya menemui jalan buntu.
Setelah lebih dari 20 jam perundingan di ibu kota Pakistan, Islamabad, Wakil Presiden AS JD Vance mengakui bahwa ada “perbedaan yang sangat besar antara AS dan Iran terbukti tidak dapat diatasi untuk saat ini”. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada hari Minggu bahwa Teheran “hampir” mencapai kesepakatan dengan Washington selama pembicaraan akhir dengan AS di Islamabad tetapi tiba-tiba Washington memberi “tekanan maksimal, perubahan target, dan mengancam blokade”

Namun, kegagalan pembicaraan tersebut tidak mengejutkan. Setidaknya ini diungkapkan Laura Kaufman, seorang guru sekolah berusia 38 tahun di Tel Aviv.

“Saya tidak terlalu berharap banyak pada mereka sejak awal, karena kedua pihak menginginkan hal yang benar-benar berlawanan,” katanya.

“Sepertinya tidak ada yang mau bernegosiasi.”

Sebelumnya, sebuah jajak pendapat baru-baru ini menemukan bahwa hanya 10% publik Israel yang percaya bahwa perang melawan Iran telah menjadi “kesuksesan yang signifikan”. Sebanyak 32% menganggapnya sebagai kegagalan pemerintah.

Sementara itu di Iran, secercah harapan bahwa perundingan akan mengakhiri permusuhan antara kedua musuh bebuyutan itu dengan cepat pupus. Situasi ini bahkan membuat banyak warga stres.

“Saya benar-benar ingin mereka berdamai,” kata Mahsa, seorang karyawan berusia 30 tahun di sebuah perusahaan ekspor di ibu kota Iran.

“Sudah hampir 45 hari saya melihat semua orang stres. Ini situasi yang buruk.”

Perasaan akan hal yang tak terhindarkan mulai meresap bagi banyak orang.

“Saya lebih memilih perdamaian, tetapi saya pikir tidak ada jalan lain selain perang dan konfrontasi,” kata Hamed, 37 tahun.

“Berdasarkan apa yang saya lihat dan dengar, sayangnya kita akan berperang lagi dan sepertinya kita akan mengalami perang yang panjang.”

Ketidakpastian ini juga diyakini makin berimbas ke infrastuktur energi Arab. Sebelumnya, pada hari Minggu, Kementerian Energi Arab Saudi mengatakan bahwa jalur pipa minyak timur-barat utama dan fasilitas energi utama lainnya telah dipulihkan setelah serangan Iran terhadap target di seluruh Teluk.

“Tentu saja saya khawatir perang akan kembali lagi,” kata Amin, seorang apoteker yang tinggal di provinsi timur Arab Saudi, yang meminta untuk menggunakan nama samaran karena alasan keamanan.

Sementara itu, di Lebanon, gencatan senjata bahkan tidak pernah dimulai sejak awal, karena pihak-pihak yang bertikai memperdebatkan apakah gencatan senjata termasuk dalam kesepakatan tersebut ketika Israel meningkatkan serangannya di sana.

Dokter gigi Kamal Qutaish menyebut Lebanon sebagai “arena tempat seluruh dunia bertempur”, menambahkan bahwa banyak hal bergantung pada bagaimana upaya menuju perdamaian berjalan.

“Jika (negosiasi) gagal, itu akan memengaruhi bukan hanya kita, tetapi seluruh dunia,” katanya.

“Hanya orang gila yang tidak akan takut.”

 

Berita Terkait

AS hantam puluhan target militer Iran dekat Hormuz
Budy Sugandi Dianugerahi Türkiye Alumni Awards 2026 atas Kontribusi di Bidang Ekonomi dan Kewirausahaan
Norwegia Kalahkan Irak 4-1, Haaland cetak dwigol pada debut Piala Dunia
Timwas Haji PKB Soroti Minimnya Tenaga Kesehatan dalam Pelaksanaan Haji 2026
Timwas Haji DPR RI : Transportasi Lancar, Cita Rasa Makanan Perlu Penyesuaian
Iran ancam tutup Selat Bab al-Mandab jika AS perketat blokade laut
Putin akan undang Prabowo kembali ke Rusia pada Mei dan Juli 2026
AMPHURI : Wacana “war ticket” haji perlu kajian Lagi

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 14:10

Korupsi nikel Kejagung sita Rp401 miliar dari PT CNI

Selasa, 1 September 2026 - 14:05

KPK sita rumah anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy di Jakarta Selatan

Rabu, 26 Agustus 2026 - 10:57

Badan Pemeriksa Keuangan catat Rp2,17 miliar harus dipulihkan Pemerintah Kabupaten Banggai

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:13

KPK panggil lima ASN BPK Jadi Saksi, usai geledah rumah anggota BPK Bobby Rizaldi

Senin, 13 Juli 2026 - 11:49

Imigrasi cegah eks Jampidsus keluar negeri usai ditetapkan tersangka

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:08

Tim Anggaran Kabupaten Bekasi tindak lanjuti opini hasil audit BPK RI

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:00

MK Tolak Permohonan Anggota PBB atas UU Partai Politik

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:57

Hery Susanto Jalani Sidang Perdana Kasus Nikel Pekan Depan

Berita Terbaru

Opini

Bahlil, AMPI dan Komitmen Kerakyatan yang Manusiawi

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:36