Prabowo Ambil Langkah Tegas, Jutaan Anak Tidak Sekolah Siap Diselamatkan

- Pewarta

Senin, 4 Mei 2026 - 14:50

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terassenayan.com, Jakarta — Presiden Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah. Aturan tersebut telah diundangkan pada 26 Januari 2026 sebagai langkah strategis pemerintah dalam menekan angka anak yang tidak mengenyam pendidikan.

Perpres ini bertujuan untuk memperkuat peran satuan pendidikan dalam mengidentifikasi serta mencegah anak berisiko putus sekolah sejak dini. Selain itu, kebijakan ini juga mendorong keterlibatan aktif kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah mulai dari tingkat desa hingga provinsi dalam melaksanakan upaya pencegahan dan penanganan secara menyeluruh, terstruktur, dan terpadu.

Dalam aturan tersebut, pemerintah juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung upaya ini. Partisipasi publik diharapkan mampu mempercepat penanganan anak tidak sekolah melalui berbagai bentuk keterlibatan langsung di lapangan.

Pada Pasal 3, dijelaskan bahwa sasaran utama kebijakan ini mencakup anak-anak dalam kondisi rentan, seperti anak di daerah khusus, pekerja anak, anak penyandang disabilitas, anak jalanan, anak terlantar, hingga anak korban kekerasan dan perkawinan usia dini. Selain itu, anak yang berhadapan dengan hukum serta kelompok rentan lainnya juga menjadi perhatian dalam kebijakan ini.

Untuk memastikan implementasi berjalan optimal, pemerintah membentuk tim koordinasi di tingkat pusat dan daerah. Tim ini bertugas memperkuat koordinasi dan sinkronisasi dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Kepemimpinan tim pusat berada di bawah menteri yang menangani perencanaan pembangunan nasional.

Adapun strategi pencegahan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni penguatan layanan pendidikan, penguatan satuan pendidikan, serta peningkatan edukasi kepada masyarakat.

Partisipasi masyarakat dalam kebijakan ini diwujudkan melalui berbagai langkah, mulai dari pelaporan anak berisiko putus sekolah, penyusunan kebijakan dan program, hingga penyediaan layanan pendukung agar anak dapat kembali mengakses pendidikan. Selain itu, masyarakat juga dapat terlibat dalam pendampingan anak agar tidak kembali putus sekolah.

Meski Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan dasar hingga menengah terus mengalami peningkatan, tantangan masih besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik melalui Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), tercatat sekitar 3,78 juta anak usia 6 hingga 18 tahun di Indonesia belum bersekolah.

Sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan anak usia sekolah menengah (16–18 tahun) yang mencapai sekitar 2,4 juta anak. Secara geografis, jumlah anak tidak sekolah terkonsentrasi di sejumlah wilayah seperti Sumatera Utara, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Melalui Perpres ini, pemerintah berharap angka anak tidak sekolah dapat ditekan secara signifikan, sekaligus memastikan setiap anak Indonesia memperoleh haknya atas pendidikan yang layak.

Berita Terkait

Solusi Baitullah Indonesia Soroti Pentingnya Perlindungan Jemaah dan Penataan Pemasaran Umrah
Hanan A. Rozak Apresiasi Arah Kebijakan Pertanian Dua Tahun Pemerintahan Prabowo – Gibran: Capaian Baik Harus Diikuti Kesejahteraan Petani
TNI akan tindak lanjuti informasi KPK soal dua prajurit terlibat kasus BNPB
DCW Desak KPK Usut Dugaan Jual Beli Jabatan dan Pengaturan Proyek di Kabupaten Demak
KPK panggil Direktur Fasilitas Kepabeanan Bea Cukai sebagai saksi
DPR Minta Pemerintah Perkuat Perlindungan UMKM dari Gempuran Produk Impor dan Persaingan Digital
DPR Setujui Komjen Suyudi Jadi Kapolri, Dilantik Siang Ini
Komisi II DPR RI Dukung Ombudsman Awasi Kasus Lapas Cibinong

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09

KPK sita dokumen dan uang usai geledah Dinkes PPKB Kota Madiun

Selasa, 22 September 2026 - 11:00

Chusnunia : Pelajaran Bolosego, Berantas Pungli untuk Kemajuan UMKM dan Pariwisata

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:21

Helikopter Basarnas Evakuasi Korban Gempa NTT

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:58

Inspektorat Situbondo tindak lanjut temuan BPK

Senin, 6 Juli 2026 - 10:40

Pemerintah masih negosiasi peroleh pembayaran karbon untuk Jambi

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:44

Polres Mukomuko tetapkan dua tersangka korupsi pembangunan RTH

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:36

Gubernur Sulteng kunjungi lokasi terdampak gempa bumi di Sigi

Kamis, 18 Juni 2026 - 11:02

Endang Setyawati Thohari Salurkan Ratusan Paket Beras untuk Warga Kurang Mampu di Sejumlah Wilayah Kota Bogor

Berita Terbaru

Opini

Perubahan Diri dalam Lensa IRT

Selasa, 27 Okt 2026 - 16:20