Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Komisi XIII Minta Kalapas Diseleksi Ketat

- Pewarta

Senin, 28 September 2026 - 14:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta,– Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB, Prana Putra Sohe, mendesak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menerapkan sistem meritokrasi secara ketat dalam penempatan pejabat lembaga pemasyarakatan. Desakan ini disampaikan menyusul mencuatnya temuan fasilitas mewah bagi narapidana di Lapas Cibinong yang mencoreng tata kelola pemasyarakatan nasional.

“Meritokrasi harus dilaksanakan, Pak. Jangan sampai orang yang tidak layak akhirnya ditempatkan pada posisi yang bagus, penempatan jabatan harus berdasarkan kompetensi, kapasitas, dan rekam jejak,” ujar Prana saat RDP Komisi XIII bersama Dirjen Pemasyarakatan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (28/9/2026).

Prana menegaskan bahwa penanganan skandal di lapas tidak boleh selalu mengorbankan petugas tingkat bawah sebagai kambing hitam. Penyebab utama maraknya penyimpangan di lingkungan lapas dinilai berakar dari kelemahan manajemen, lemahnya sistem pembinaan, serta ketidaktepatan penunjukan pejabat struktural. “Kita harus melihat sistem di dalam lapas secara menyeluruh. Kasihan petugas lapas selalu menjadi korban hanya karena kelemahan sistem yang ada di pemasyarakatan itu sendiri,” tegasnya.

Legislator PKB tersebut meminta Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) untuk bertanggung jawab penuh dengan melakukan reformasi total. Pengisian posisi strategis di lapas dituntut objektif dan transparan tanpa dipengaruhi oleh faktor kompromi non-teknis. “Pak Dirjen juga harus mempertanggungjawabkan persoalan ini secara penuh. Tanggung jawabnya adalah melakukan perubahan secara total, termasuk memastikan sistem merit benar-benar diterapkan,” kata Prana.

Selain pembenahan sumber daya manusia (SDM), Prana mendorong modernisasi teknologi pengawasan di seluruh lapas Indonesia. Integrasi teknologi digital pada sistem keamanan dan kepegawaian dipandang mutlak guna menutup celah praktik pungli serta jual beli fasilitas mewah. “Sentuh teknologinya, mulai dari sistem keamanan, kepegawaian, hingga pelayanan. Namun, penggunaan teknologi tersebut juga harus ditopang oleh orang-orang yang kompeten,” ucap politikus PKB tersebut.

Ia mencontohkan keberhasilan transformasi pelayanan publik di tubuh PT Kereta Api Indonesia (KAI) sebagai bukti nyata bahwa reformasi birokrasi bisa terwujud jika ada komitmen kuat. Pembenahan serentak pada aspek SDM, tata kelola, dan teknologi terbukti mampu merombak wajah instansi yang dulunya carut-marut. “PT KAI bisa berubah karena sistem, teknologi, dan sumber daya manusianya dibenahi secara bersamaan. Pemasyarakatan juga harus berani melakukan perubahan fundamental seperti itu,” tuturnya.

Prana mengingatkan bahwa pembentukan kementerian khusus Lapas merupakan momentum emas untuk pembenahan total. Anggaran dan kewenangan mandiri yang dimiliki Kemenimipas harus dibuktikan dengan perubahan pelayanan yang nyata di lapangan.

“Anggarannya sudah sendiri, menterinya sendiri, dan komisinya juga sendiri, jadi pemasyarakatan harus berubah. Semua aspek harus disentuh, termasuk penerapan meritokrasi,” pungkas Prana.

Berita Terkait

Komisi II DPR RI Dukung Ombudsman Awasi Kasus Lapas Cibinong
Saiful Chaniago Menilai 2 Tahun Kepemimpinan Presiden Prabowo Memastikan Indonesia Menjadi Lebih Berintegritas
Kemendikdasmen di Bawah Prof. Abdul Mu’ti Didorong Konsisten Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua
Atasi Tumpang Tindih Lahan Petani, PKB Minta RUU Reforma Agraria Bentuk Badan Khusus Presiden
Asrama Santri Terdampak Bencana, PKB Minta Rusunawa Pesantren di Aceh Diperbanyak
Komisi II: Penyaluran Anggaran Karhutla Rp 760 Miliar Harus Transparan dan Tepat Sasaran
RDP Komisi II DPR RI, Surya paparkan strategi optimalisasi BMD dan aset BUMD
Mendes: Dana desa bisa digunakan untuk iuran BPJS TK pekerja rentan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 12:52

Kasus Tata Kelola Nikel Kejagung Ringkus Mantan Sekjen ESDM

Jumat, 18 September 2026 - 14:28

Rakor Bersama KPK,Bupati, dan Ketua DPRD Madina Teken MOU Pencegahan Anti Korupsi

Rabu, 16 September 2026 - 10:53

DPR RI: OTT Pejabat BPN Harus Jadi Momentum Bersihkan Mafia Tanah

Rabu, 16 September 2026 - 10:47

KPK: Pemanggilan Nusron Wahid tergantung kebutuhan penyidik

Selasa, 15 September 2026 - 14:38

KPK OTT Tangkap Presdir PT Summarecon Agung

Selasa, 15 September 2026 - 14:29

Golkar menghormati proses hukum Fahd Arafiq yang terkena OTT KPK

Selasa, 1 September 2026 - 14:10

Korupsi nikel Kejagung sita Rp401 miliar dari PT CNI

Selasa, 1 September 2026 - 14:05

KPK sita rumah anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy di Jakarta Selatan

Berita Terbaru